Hadiri Halaqah Alim Ulama di Sleman, Gus Romi Ajak Kyai dan Ulama Perangi Hoax

Gus Romi, mengajak 200 kyai dan ulama siap untuk berperang melawan isu hoax yang saat ini marak beredar

Hadiri Halaqah Alim Ulama di Sleman, Gus Romi Ajak Kyai dan Ulama Perangi Hoax
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Ketua umum PPP, Romahurmuziy atau Gus Romi, saat menghadiri Forum Halaqoh Alim Ulama DIY bertema Merawat Ukhuwah Islamiyyah Melawan Hoax dan Fitnah di Ponpes Pandanaran, Ngaglik, Sleman, Sabtu (23/2/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Saat berkunjung ke Pondok Pesantren Pandanaran, Sleman, Sabtu (23/2/2019), Ketua Umum PPP sekaligus Dewan Pembina Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam, Romahurmuziy atau Gus Romi, mengajak 200 kyai dan ulama siap untuk berperang melawan isu hoax yang saat ini marak beredar.

200 kyai dan ulama ini juga mendeklarasikan diri akan berperang melawan isu hoax yang kini banyak beredar di masyarakat

Ia mengajak para ulama dan kyai agar turun gunung memerangi isu hoax untuk mengajak pemilih menjadi pemilih yang cerdas.

Sehingga, deklarasi yang dilakukan oleh para kyai dan ulama ini diharapkan mampu menekan isu hoax dalam forum-forum pengajian ataupun melalui ceramah-ceramah Jumat.

"Oleh karena itu, kita mengajak kyai dan ulama yang notabene adalah panutan untuk memerangi hoax tersebut," tuturnya.

Dalam kegiatan Halaqoh Alim Ulama di Pondok Pesantren Pandanaran tersebut juga menampilkan biografi masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Tujuannya agar para ustaz, baik dari NU ataupun Muhammadiyah yang hadir memahami secara benar siapa pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan didukung dalam pemilu April 2019 nanti.

Selain itu, ia juga mengajak kepada para ustad ataupun ulama dan kyai untuk mengembangkan pola dakwah dengan pola multimedia yang mengikuti tren, karena saat ini eranya sudah berubah di mana generasi milenial yang usianya di bawah 35 tahun mendominasi.

Selama ini juga terbukti jika ustaz-ustaz yang populer di Youtube, instagram, twitter ataupun facebook adalah ustaz-ustaz yang menggarap secara serius dakwah digital ini.

Oleh karena itu, ia merangsang para kyai dan ulama untuk secara serius menggarap dakwah secara digital.

Agar para kyai dan ulama ini bisa mengembalikan pengetahuan agama yang sesuai dengan masyarakat Indonesia. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved