Korut Minta Bantuan PBB, Terancam Kekurangan Pangan Parah

Korut telah memberitahu PBB mereka terancam mengalami kekurangan pangan hingga 1,4 juta ton. Kemarau dan banjir bandang membuat panen gagal

Korut Minta Bantuan PBB, Terancam Kekurangan Pangan Parah
IST
Kim Jong Un dan istri saat mengunjungi pabrik pengolahan ikan. Gambar ini dirilis pada Rabu (8/8/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Korea Utara (Korut) dilaporkan telah mengajukan bantuan internasional guna mengatasi kekurangan pangan yang mulai terjadi di negara komunis pimpinan Kim Jong Un tersebut.

Seperti dilansir AFP dan The Guardian, Jumat (22/2/2019), Korut telah memberitahu PBB mereka terancam mengalami kekurangan pangan hingga 1,4 juta ton.

Pangeran MBS Nikmati Tembok Besar Sebelum Bertemu Presiden Xi Jinping

Kemarau dan banjir bandang yang menerpa membuat hasil panen negara komunis itu menyusut, termasuk di antaranya padi, gandum, kentang, dan kedelai.

"Pemerintah setempat telah meminta bantuan organisasi internasional untuk membantu menangkal situasi ketahanan pangan," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

RyanAir Didenda Rp 47,8 Miliar karena Kenakan Tarif untuk Bagasi Kabin

Dia melanjutkan, saat ini PBB tengah berdiskusi dengan Pyongyang untuk mengambil langkah awal guna menanggulangi krisis yang tengah terjadi.

PBB memperkirakan hampir setengah dari total populasi Korut, membutuhkan bantuan pangan, dengan 41 persen di antaranya mengalami kekurangan gizi.

Dalam memo kepada PBB, negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un itu meminta mereka untuk segera bertindak mengatasi kekurangan pangan.

Dalam data resmi yang diserahkan akhir Januari lalu, produksi 2018 lalu mencapai 4,951 juta ton. Turun 503.000 ton dari 2017.

Heboh Video Pilot Tertidur saat Terbangkan Pesawat Penuh Penumpang

Negara komunis itu menyatakan bakal mengimpor 200.000 ton makanan dan bahan kebutuhan pokok, serta meningkatkan produksi 400.000 ton.

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved