Pendidikan

Kelanjutan Video Viral Siswa Tantang Guru, Begini Klarifikasi Kepala SMKN 3 Yogyakarta

Peristiwa bermula ketika seorang guru mengadakan ulangan dan guru memberikan aturan yang melarang siswa membuka handphone selama ulangan.

Kelanjutan Video Viral Siswa Tantang Guru, Begini Klarifikasi Kepala SMKN 3 Yogyakarta
AZCentral.com
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beredar sebuah video seorang siswa dengan guru yang menjadi viral di media sosial.

Ketika dikonfirmasi Tribunjogja.com, Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Bujang Sabri menceritakan kronologi sebenarnya dari peristiwa tersebut.

Sabri mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (20/2/2019) sekira pukul 11.00 WIB.

Peristiwa bermula ketika seorang guru, Sujiyanto (55) mengadakan ulangan dan guru memberikan aturan yang melarang siswa membuka handphone selama ulangan.

Kemudian ada dua orang siswa membuka handphone, salah satunya siswa yang membuka handphone diketahui berinisial OS yang merupakan siswa kelas X).

"Kejadian itu spontan. Mau ada ulangan dan tidak boleh membuka handphone. Ada dua anak membuka handphone sehingga dua-duanya diambil (guru), yang satu tidak bereaksi yang satu reaksi (OS)," katanya.

Lanjut Sobri, OS kemudian ia maju ke depan kelas untuk meminta handphonenya kembali.

"Jadi kayaknya mau rebutan handphone. Anaknya mau minta handphone, guru mundur-mundur supaya jangan sampai handphone diambil. 'Ndilalah' kok lihat ada tas di meja guru trus disandera tas itu ada laptopnya agar handphone segera dikembalikan. Yang di video kan sampai di situ," jelasnya.

Dikatakan Sabri, setelah itu guru akan mengembalikan handphone OS setelah ulangan selesai agar tidak digunakan pada saat ulangan.

Baca: Lebih Dekat dengan Rizki Rahma Nurwahyuni, Dalang Cantik dari Yogyakarta

"Kemudian guru menyuruh anak duduk, tapi tas guru dibawa anak. Karena guru khawatir laptop dibanting. Tas diambil dan handphone dikembalikan ke siswa dengan catatan handphone tidak boleh dipakai," kata dia.

Sabri menegaskan, dalam video tersebut OS bukan menantang guru, OS hanya ingin handphone-nya dikembalikan.

"Sebetulnya anak itu minta handphone. Orang kalau tidak tahu kan kayak menantang. Dari sisi guru kita tanya tidak merasa terancam. Kejadian di kelas tidak seperti di video yang diviralkan. Tidak terjadi pukul memukul. Tidak ada ancaman baik dari guru maupun siswa," ucapnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved