Jawa

Puluhan Mahasiswa Untidar Terima Beasiswa BMBL 2018 dari Lippo Group

Beasiswa senilai Rp 150 juta tersebut diberikan kepada 30 mahasiswa berprestasi dari Untidar Magelang.

Puluhan Mahasiswa Untidar Terima Beasiswa BMBL 2018 dari Lippo Group
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Senior Advisor Lippo Group, Sutiyoso beserta jajaran Lippo Group serta Rektor Untidar, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M. S dan jajarannya, berfoto bersama puluhan mahasiswa Untidar penerima beasiswa Bantuan Mahasiwa Berprestasi Lippo (BMBL) Tahun 2018, Rabu (20/2/2019) di Auditorium Untidar, Kota Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Senyum cerah tersemat di wajah puluhan mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Kota Magelang, saat menerima beasiswa Bantuan Mahasiwa Berprestasi Lippo (BMBL) Tahun 2018 dari Lippo Group, Rabu (20/2/2019) di Auditorium Untidar Magelang.

Beasiswa senilai Rp 150 juta tersebut diberikan kepada 30 mahasiswa berprestasi dari Untidar Magelang sebagai bentuk kepedulian Lippo Group terhadap dunia pendidikan di Indonesia.

"Pemberian beasiswa ini adalah bentuk kepedulian Lippo terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Untidar menjadi salah satu dari 10 universitas negeri yang mendapatkan bantuan yang sama," ujar Sutiyoso, Komisaris sekaligus Senior Advisor Lippo Group, Rabu (20/2/2019) di depan rektor, jajaran pimpinan Untidar, Pemkot Magelang serta para mahasiswa dan orangtua penerima beasiswa BMBL.

Sutiyoso mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah, tetapi sumber daya tersebut tak dapat dikelola secara mandiri, dikarenakan sumber daya manusia yang belum memadai.

Banyak profesor ataupun doktor tetapi dibanding dengan jumlah resources, jumlah mereka masih terbatas. 

Baca: Leyeh-leyeh, Sensasi Seru Lesehan Jaring di Atas Sungai

Menurutnya, belum optimalnya sumber daya manusia disebabkan oleh masalah ekonomi.

Lemahnya ekonomi juga menyebabkan kendala di bidang pendidikan.

Untuk mengatasi masalah tersebut bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah saja, tetapi semua pihak, termasuk para pelaku usaha yang mampu untuk memberikan kontribusi.

"Kendala kita saat ini adalah masalah ekonomi. Kita belum sekaya negara maju lain seperti negara Timur Tengah dan Amerika. Kita masih lemah di bidang ekonomi sehingga banyak kendala di bidang pendidikan. Masalah ini tak mungkin diserahkan kepada pemerintah sendiri, tetapi juga semua pihak termasuk perusahaan yg mampu juga memberikan kontribusi. Di sini, Lippo hadir untuk turut berkontribusi," ujar Sutiyoso.

Halaman
1234
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved