Bantul

Korban PHK PT Kharisma Export Tunggu Pesangon dari Perusahaan

Mantan karyawan PT Kharisma Export kembali melakukan mediasi kedua dengan pihak perusahaan.

Korban PHK PT Kharisma Export Tunggu Pesangon dari Perusahaan
Tribun Jogja/ Amalia Nurul Fathonaty
Mantan karyawan PT Kharisma Export melakukan mediasi ketiga menuntut untuk diberikan pesangon, Selasa (19/2/2019) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Mantan karyawan PT Kharisma Export kembali melakukan mediasi kedua dengan pihak perusahaan.

Mediasi ini merupakan mediasi ketiga yang dihadiri 18 orang mantan pekerja dan pihak manajemen PT Kharisma Export, Selasa (19/2/2019) siang di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul.

Dalam mediasi ini disepakati pihak PT Kharisma Export sepakat akan menyelesaikan masalah  nominal pesangon. Hal tersebut dikatakan oleh kuasa hukum PT Kharisma Export, Prisma Wardana Sasmita.

"Ada data yang masih selisih antara pihak PT Kharisma Export dan karyawan sehingga nanti akan kami sampaikan pada mediator mengenai nilai konkretnya. Kami tidak menolak tuntutan karyawan. Hanya perlu disinkronkan dulu data selisih nominalnya," jelas Prisma usai mediasi.

Baca: Mahasiswa StiPram Yogyakarta Ikuti EATOF Global Youth Leaders di Korea Selatan

Baca: Desa Wisata di Bantul Dituntut Lakukan Inovasi, Agar Tak Turun Status

Disinggung soal alasan pemberhentian para karyawan ini, pihaknya mengatakan hal tersebut terkait masalah efisiensi. "Ini soal efisiensi. Karena kami perusahaan ekspor. Kondisi keuangan nasional dan internasional berpengaruh pada kami," katanya.

Sebelumnya, para karyawan ini diberhentikan tanpa ada alasan yang jelas. Hal tersebut dikatakan oleh salah satu mantan karyawan PT Kharisma Export, Mujiman. "Saya mulai bekerja 2011, dikeluarkan 2019 awal. Tahu-tahu dipanggil HRD disuruh berhenti," tutur Mujiman yang sebelumnya menjadi karyawan cleaning servis di perusahaan tersebut.

Tanpa ada pesangon, ia hanya diberi uang tali kasih. "Diberi tali kasih Rp 1,3 juta. Tidak ada yang lain. Tidak ada pemberitahuan. Surat peringatan belum pernah dapat sebelumnya," ungkapnya.(tribunjogja)

Penulis: amg
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved