Bantul

Jembatan Nawa Cita, Asa dan Harapan Warga di Wilayah Perbatasan

Menelan anggaran sekitar Rp 3.5 miliar, jembatan ini memiliki panjang 60 meter dengan lebar 1.8 meter.

Jembatan Nawa Cita, Asa dan Harapan Warga di Wilayah Perbatasan
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Warga swadaya menanam rumput dan membuat taman di sekitar jembatan Nawa Cita di Tegal Dowo, Desa/Kecamatan/Kabupaten Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - "Disini merupakan daerah pinggiran, terisolir. Awalnya daerah rungkut [kotor], tempat ular. Tidak ada manusia yang mau datang kesini," kata Muhamad Saderi, ketika tribunjogja.com melihat jembatan nawa cita di padukuhan Tegal Dowo, Desa/Kecamatan/Kabupaten Bantul, pertengahan Februari lalu.

Saderi merupakan tokoh masyarakat setempat. Ia salah satu bagian dari penggerak terwujudnya kampung wisata Nawa Cita Bougenville di Tegal Dowo Bantul.

Kampung tersebut belum terwujud namun saat ini prosesnya masih terus diupayakan. Kampung Wisata Nawa Cita hadir seiring dengan berdirinya jembatan nawa cita sebagai bagian dari aksesibilitas warga.

Nawa cita adalah jembatan gantung yang berada di wilayah perbatasan.

Jembatan yang membentang di atas sungai Bedog itu menghubungkan antara padukuhan Tegal Dowo, kecamatan Bantul dengan Desa Gowasari, Kecamatan Pajangan.

Baca: DDarman Homestay, Penginapan Murah, Suasana Desa di Bantul

Jembatan tersebut baru saja selesai dibangun. Kini, setiap sore jembatan itu ramai dikunjungi oleh warga.

"Banyak warga datang penasaran, melihat-lihat dan foto-foto," kata Saderi. "Apalagi Sabtu, Minggu. Pasti ramai,"

Adanya jembatan itu disambut oleh warga.

Mereka siap berbenah.

Daerah sekitar yang awalnya persawahan, kini mulai disulap menjadi taman.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved