Serikat Petani Kelapa Sawit Kritik Perluasan Plasma Prabowo dan Tanggapi Program B100 Jokowi

Mengenai rencana Prabowo, menurut Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), kalau plasma diperluas tidak akan memberikan solusi untuk rakyat.

Serikat Petani Kelapa Sawit Kritik Perluasan Plasma Prabowo dan Tanggapi Program B100 Jokowi
KompasTV
Jokowi dan Prabowo dalam Debat Capres 2019 

TRIBUNJOGJA.COM - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) memberikan tanggapan terhadap salah satu isu yang dibahas dalam debat calon presiden II. Dalam debat yang berlangsung pada Minggu (17/02/2019) malam.

Prabowo Subianto menyatakan akan berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dengan memperbanyak perkebunan sawit plasma.

Sedangkan Joko Widodo mengatakan akan membuat perencanaan matang untuk mengembangkan Program B20 (bahan bakar biodiesel 20 persen) menuju B100 (bahan bakar biodiesel 100 persen).

Kedua pernyataan tersebut ditanggapan dari Mansues Darto, Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS).

Mengenai rencana Prabowo, menurut dia, kalau plasma diperluas tidak akan memberikan solusi untuk rakyat.

"Karena secara benefit dengan sistem ekonomi dan politiknya tidak menguntungkan," ungkap Mansues dalam rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (17/02/2019).

Mansues Darto menyatakan, bahwa pertanian plasma yang ada saat ini beserta sawit swadaya sudah cukup tanpa harus diperluas.

Dia juga menambahkan bahwa ada tiga hal yang perlu dilakukan dalam permasalahan sawit di Indonesia.

"Pertama, tingkatkan produktivitas petani sawit seperti program saat ini untuk replanting. Manfaatkan dana BPDP sebenar-benarnya untuk petani, dan peningkatan SDM petani," kata Mansues.

"Kedua, akses petani untuk masuk ke revolusi 4.0 agar mereka terhubung sama pembeli dan pabrik. Pabrik yang beli dan petani siapkan Tandan Buah Segar (TBS) yang bagus," imbuhnya.

Untuk yang ketiga, Mansues menyoroti persoalan B20 menuju B100 yang diprogramkan Jokowi.

"Harus ada rencana yang matang dalam B20 ini, tentang keterlibatan petani sebelum melangkah ke B100. Keterlibatan petani bagaimana untuk supply, sehingga kerakyatannya jelas," ujarnya.

"Tugas penting bagi Jokowi adalah bagaimana mencegah penguasaan industri sawit perusahaan besar sebagai supply utama saja dan bukan petani. Sekarang petani harus jelas keterlibatannya," tegas Mansues. (Resa Eka Ayu Sartika)

.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Serikat Petani Kelapa Sawit Tanggapi Pernyataan Jokowi dan Prabowo dalam Debat Capres"

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved