Jawa

Rumah Zakat Dampingi Kelompok Usaha Produksi Gula Kelapa Kristal di Banjarnegara

Kelompok tani yang mempunyai anggota 44 orang ini, sebanyak 20 di antara anggotanya sebagai penerima manfaat dari program Rumah Zakat.

Rumah Zakat Dampingi Kelompok Usaha Produksi Gula Kelapa Kristal di Banjarnegara
istimewa
Relawan Inspirasi Rumah Zakat menyempatkan mengunjungi rumah produkasi gula kelapa kristal dalam pendampingan di Desa Gumelem Kulon, Susukan Banjarnegara, pada Kamis (14/2/2019) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Relawan Inspirasi Rumah Zakat menyempatkan mengunjungi rumah produkasi gula kelapa kristal dalam pendampingan di Desa Gumelem Kulon, Susukan Banjarnegara, pada Kamis (14/2/2019) lalu.

Rumah produksi milik kelompok tani Maju Lestari ini tetap berproduksi meski barang dari para anggota jumlahnya menurun dratis.

Hujan yang turun terus menerus menjadi penyebab kualitas nira sebagai bahan pembuatan gula berkualitas rendah.

Kandungan air yang ada dalam nira menjadi lebih tinggi dibanding pada masa musim kemarau,ini juga mengakibatkan produksi gula  menurun.

Pada hari-hari normal rumah produksi ini mampu mengolah gula petani sampai 300 kg per hari, namun sekarang seminggu hanya bisa mengolah 200 kg sampai 300 kg saja.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

Meski mengalami pasang surut dalam pengelolaan namun para anggota maupun pengelola kelompok tani ini tetap bertahan mengingat manfaat adanya kelompok gula kelapa kristal ini menjadi satu-satunya penyetabil harga gula di pasar lokal.

Ketika para petani produsen gula kelapa kembali ke bentuk semula yaitu gula cetak maka dipastikan harga gula akan kembali turun karena barang akan berlebih.

Dengan produksi gula kristal ini  sangat membantu mengurangi peredaran gula cetak di pasar lokal karena pada umumnya gula kristal ini pasarnya ke luar negeri.

Baca: KPP Pratama Yogyakarta Gandeng Rumah Zakat Gelar Baksos di Triwidadi Bantul

Kelompok Tani Maju Lestari yang sudah didampingi oleh Rumah Zakat selama setahun belakangan ini justru baru mau mencoba pasaran lokal, mungkin ini berlaku terbalik pada produk-produk pertanian lain yang mengembangkan pasar lokal baru kemudian pasar internasional.

Kelompok tani yang mempunyai anggota 44 orang ini, sebanyak 20 di antara anggotanya sebagai penerima manfaat dari program Rumah Zakat.

“Kami akan terus berusaha eksis memberikan edukasi dan contoh bagi para petani lain yang belum bergabung dalam kelompok. Program pinjaman tanpa bunga, santunan dan pemberian alat untuk membantu produksi bagi para anggota terus dilaksanakan” ujar Waryo satu dari beberapa pengelola Kelompok tani Maju Lestari melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved