Internasional

PRT Asal Indonesia Gugat Mantan Majikannya di Hongkong Karena Pasang Kamera Digital di Kamar Mandi

PRT Asal Indonesia Gugat Mantan Majikannya di Hongkong Karena Pasang Kamera Digital di Kamar Mandi

PRT Asal Indonesia Gugat Mantan Majikannya di Hongkong Karena Pasang Kamera Digital di Kamar Mandi
Grafis TRIBUNjogja.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia yang bekerja di Hongkong mengalami pelecehan seksual oleh mantan majikannya.

Korban yang diketahui bernama Siti Rahayu tersebut pun menggugat mantan majikannya, Sin Man-yau (62) ke pengadilan karena merekamnya saat mandi.

Siti juga menuduh sang mantan majikan telah melanggar Undang-undang Diskriminasi Seks dengan merekamnya di tempat kerja yaitu di flat Tseung Kwan O.

Dalam dokumen pengadilan yang didaftarkan Kamis pekan lalu itu menyebut Sin Man-yau melakukan pelecehan seksual antara 1 Desember 2016 hingga 24 Februari 2017.

Baca: Kasus Dugaan Penganiayaan Petugas KPK, Polda Metro Jaya Tetapkan Sekda Papua jadi Tersangka

Baca: Istri Wagub Jawa Timur, Arumi Bachsin Keguguran

Saat itu, Siti menemukan sebuah kamera digital berwarna hitam dan berbentuk bulat diikat di rak yang terletak di kamar mandi dengan lensa menghadap dirinya.

Siti kemudian melapor ke polisi dan Sin ditangkap sehari setelahnya yaitu pada 25 Februari 2017.

Penyidik kemudian menemukan, Sin sengaja memasang kamera itu dan membuat setidaknya 20 video yang seluruhnya berisi Siti sedang mandi.

Sin kemudian dijatuhi hukuman kurungan empat bulan oleh pengadilan Kwun Tong pada Maret 2018 setelah dia mengakui semua perbuatannya.

Kemudian pada 21 Maret 2017, Sin membayar uang kompensasi sebesar 19.604,51 dollar HK atau sekitar Rp 35,2 juta untuk Siti.

Baca: Dyrga Dadali Sebut Irwan Sumenep DA2 Tiru Gaya Menyanyi dan Ingin Miliki Lagunya, Ini Reaksi Irwan

Namun, perempuan itu mengatakan, akibat insiden tersebut dia kehilangan potensi pendapatan sebesar 105.840 dollar HK atau sekitar Rp 190 juta.

Angka yang diajukan Siti itu setara dengan dua tahun gaji, sesuai gaji minimum pembantu rumah tangga saat itu sebesar 4.410 dollar HK atau Rp 7,9 juta sebulan.

Jika dikurangi uang kompensasi yang ditawarkan Sin, maka Siti meminta ganti rugi 86.235,49 atau setara dengan Rp 155 juta.

Selain itu, Siti juga meminta Sin membuat permintaan maaf tertulis dan secara resmi menyatakan tidak menyimpan rekaman video itu lagi. Sidang pertama kasus ini akan digelar pada 30 April mendatang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Direkam Saat Sedang Mandi, PRT Indonesia Gugat Majikannya ", https://internasional.kompas.com/read/2019/02/18/18495171/direkam-saat-sedang-mandi-prt-indonesia-gugat-majikannya.

Editor: has
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved