Aktivitas Merapi

Antisipasi Aktivitas Gunung Merapi, BPBD DIY Siapkan Masker dan Logistik

Pembagian masker dilakukan ketika memang dirasa membutuhkan serta kondisi dan situasi Gunung Merapi yang memang menunjukkan aktivitasnya.

Antisipasi Aktivitas Gunung Merapi, BPBD DIY Siapkan Masker dan Logistik
Badan Geologi via BPPTKG Yogyakarta
Kondisi Puncak Gunung Merapi Senin (18/2/2019) pukul 08.48 WIB. Hasil Pengamatan periode 06.00-12.00 WIB, terekam 18 kali gempa guguran dengan durasi 21-71 detik. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY baru saja menerima logistik sebanyak 1.200 paket dari BNPB belum lama ini.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana menerangkan logistik ini merupakan langkah BPBD mengantisipasi aktivitas Gunung Merapi yang sewaktu-waktu dapat berubah.

"Untuk jaga-jaga terkait kondisi Merapi, yang penting untuk segala kondisi kita sudah siapkan," katanya kepada Tribunjogja.com, Senin (18/2/2019).

Sebanyak 1200 paket logistik yang datang, kata Biwara, berisi kebutuhan makanan, family kit dan lainnya.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

"Kita juga siap menambah alokasi logistik lewat pengadaan provinsi jika memang dibutuhkan," lanjutnya.

Terkait potensi hujan abu dan kebutuhan masyarakat akan masker pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan BPBD Sleman.

Pembagian masker dilakukan kepada masyarakat ketika memang dirasa membutuhkan serta kondisi dan situasi Gunung Merapi yang memang menunjukkan aktivitas abu vulkanik.

"Kita juga kerjasama dengan Puskesmas, termasuk Posko yang dibentuk BPBD Sleman. (masker) Sudah disiapkan dan disediakan," lanjutnya.

Terkait jalur evakuasi, Biwara menegaskan bahwa jalur evakuasi saat ini tidak ada permasalahan yang cukup krusial.

Meski sempat ada laporan bahwa jalur evakuasi rusak.

Baca: Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas

Pihaknya memastikan bahwa jalur evakuasi telah laik digunakan usai berkoordinasi dengan BPBD Sleman yang melakukan pengecekan dilapangan.

"Hanya saja masalah lampu penerangan jalan yang kurang. Kami juga akan menambah rambu-rambu jalur evakuasi," katanya.

Kendati demikian, pihaknya menyakini masyarakat sudah sangat familiar dengan standar operasional prosedur untuk evakuasi.

Mulai dari titik kumpul hingga jalur yang aman untuk dilewati.

"Setiap jarak tertentu sudah ada perempatan yang dijadikan titik kumpul, sebelum diangkat kendaraan. Artinya semua sudah siap, tinggal melakukan aktivasinya saja," tutupnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved