Yogyakarta

Penggiat Bisnis Desa Wisata DIY Siapkan Diri Menuju Era Industri 4.0

Para pelaku industri pariwisata dan stakeholder di Yogyakarta perlu bersinergi untuk memperkuat jaringan promosi desa wisata.

Penggiat Bisnis Desa Wisata DIY Siapkan Diri Menuju Era Industri 4.0
Istimewa
Jogja Informal Meeting bersama Grand Keisha by Horison Yogyakarta menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Bisnis Desa Wisata di Era Industri 4.0” Membangun Desa Siap bersaing dalam Era Infustri 4.0 di Ottoman Sky Lounge, Grand Keisha by Horison Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM - Para pelaku industri pariwisata dan stakeholder di Yogyakarta perlu bersinergi untuk memperkuat jaringan promosi desa wisata.

Hal tersebut diperlukan untuk menghadapi persaingan dengan wilayah lain sekaligus menuju tantangan era industri 4.0

Demikian terungkap pada Jogja Informal Meeting bersama Grand Keisha by Horison Yogyakarta menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Bisnis Desa Wisata di Era Industri 4.0” Membangun Desa Siap bersaing dalam Era Infustri 4.0 di Ottoman Sky Lounge, Rooftop restaurant Grand Keisha  by Horison Yogyakarta Jl. Affandi no 9 pada Jumat 15 February 2019.

Ibnu Novel Hadidz sebagai President Jogja Informal Meeting mengatakan Acara perdana JIM ini menghadirkan Tazbir Abdullah, SH, M. Hum - tim perencana event Kementerian Pariwisata RI, Dr. Junaedi - Dosen UTY Yogyakarta, Dr. Suparmono, dlsen STIM YKPN, Dr. Suryanto dosen UNS Surakarta, serta Boni Telo penggiat pariwisata Yogyakarta.

 Dalam paparannya Dr. Suparmono mengatakan perlunya pengetahuan perangkat pemerintah desa dan level di bawahnya bagaimana memanfaatkan dana BUMDES (Badan usaha milik desa) yang mencapai 1-1.4 Miyar per desa.

Baca: Tingkatkan Kualitas dan Pelayanan, Desa Wisata Tembi Gelar Lomba Homestay

Baca: Penuh Warna, Ribuan Muda-Mudi Meriahkan Zumba Color Run

“Kecakapan pengelolaan keuangan di tingkatan ini sangat menentukan, sehingga dana BUMDES ini bisa digunakan untuk usaha produktif bisa dipakai untuk mengembangkan potensi desa wisata,” ujar Suparmono.

Sedangkan Dr. Junaedi menambahkan pentingnya komitmen kepala daerah kepala desa kaitannya dengan pengembangan wilayahnya yg tertuang dalam visi misi, pemberdayaan SDM dari masyarakat setempat, sehingga SDM dari daerah tersebut akan  terpanggil untuk kembali membangun desanya masing masing

Tazbir sebagai pengamat pariwisata dan tim perencana event kementerian pariwisata RI menggaris bawahi bahwa sekarang ini Pariwisata dan digital itu sudah merupakan satu kesatuan, jadi sekarang promosi yang paling efektive, murah itu adalah melalui digital, khususnya untuk promosi desa wisata.

Dalam kaitannya dengan era industry 4.0 ini,  Tazbir juga menegaskan bahwa “Digital is a must”. “Digital adalah suatu keharusan yang harus dilakukan untuk percepatan kemajuan perkembangan Desa Wisata Kita,” tandasnya.

Sedangkan Bonny Telo sebagai penggiat pariwisata mengatakan perlunya kerjasama antara berbagai pihak untuk mengembangkan Desa Wisata seperti Perguruan Tinggi, Hotel, Travel Agent, dan pihak swasta yang terkait langsung .(tribunjogja)

Penulis: vim
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved