Yogyakarta

Masih Ada Balita di Yogyakarta yang Belum Memiliki Akta Kelahiran

Masih banyak warga masyarakat yang menganggap akta tidak ada hubungannya dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Masih Ada Balita di Yogyakarta yang Belum Memiliki Akta Kelahiran
dispatch.co.kr
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 7% anak balita di Yogyakarta belum memiliki akta kelahiran.

United Nations Children's Fund (UNICEF) menerangkan, penyebab adanya warga masyarakat yang belum memiliki akta dikarenakan adanya kesenjangan informasi mengenai kegunaan dari akta kelahiran.

Arie Rukmanta selaku Direktur UNICEF Perwakilan Pulau Jawa beberapa hari lalu menerangkan, masih banyak warga masyarakat yang menganggap akta tidak ada hubungannya dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Penyebab dari hal tersebut karena masih adanya asimetrik information.

"Biasanya disebut asimetrik information, yakni informasi yang tidak seimbang. Ada beberapa warga negara yang menganggap bahwa dokumennya dia bisa mengubah hidupnya. Untuk di DIY masih ada 7% anak balita yang belum punya akta kelahiran. Ya ini karena ada kesenjangan informasi," terangnya pada Tribunjogja.com.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

Oleh karenanya, Arie menerangkan jika perlu banyak inovasi untuk memberikan informasi ke masyarakat mengenai pentingnya akta kelahiran ini.

Karena menurutnya, semua akses, baik jaminan kesehatan, pendidikan maupun kebutuhan sosial lainnya sangat memerlukan akta kelahiran.

"Dari Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) harus membuat banyak inovasi untuk mengatasi kesenjangan informasi tersebut. Karena akta ini sangat penting digunakan untuk menjangkau berbagai layanan, baik jaminan kesehatan, pendidikan ataupun sosial. Kalau dari Dukcapil sudah memiliki program jemput bola sangatlah bagus. Tapi perlu dicari tahu juga kenapa masih ada masyarakat yang enggan untuk membuat akta kelahiran," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved