Yogyakarta

Diapresiasi Kemenpar RI, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Dapat Dorong Pariwisata

PBTY dianggap mampu memberi manfaat yang besar sekaligus berkontribusi positif dalam menunjukkan Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata.

Diapresiasi Kemenpar RI, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Dapat Dorong Pariwisata
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Perwakilan Kemenpar RI saat menghadiri satu di antara rangkaian acara Jogja Dragon Festival di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) di Kawasan Kampung Ketandan Malioboro Yogyakarta, Sabtu (16/2/2019) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Event Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata RI.

Hal ini dibuktikan dengan hadirnya perwakilan Kemenpar RI di sela-sela acara Jogja Dragon Festival VIII, Sabtu (16/2/2019) malam.

Ni Komang Ayu Astiti selaku Kepala Bidang Area II Kemenpar RI menerangkan, acara yang dipusatkan di kawasan Kampung Ketandan Kota Yogyakarta pada 13-19 Februari 2019 ini dibilangnya akan memberi manfaat yang besar sekaligus berkontribusi positif dalam menunjukkan Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata.

"Event ini akan meningkatkan kepariwisataan dan menjadikan Yogyakarta sebagai Kota Tujuan Pariwisata melalui kegiatan budaya," kata Ni Komang kepada TribunJogja.com semalam.

"Selain itu, juga bermanfaat bagi pelestarian budaya lokal untuk pembangunan Indonesia,” lanjutnya.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

Tak hanya itu, pihaknya juga mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh masyarakat Tionghoa yang tergabung dalam JCACC (Jogja Chinese Art and Culture Centre) tersebut, pihaknya menilai, saat ini event budaya ini banyak dinanti wisatawan dan sukses menjadi agenda rutin tahunan masyarakat.

"Event PBTY dapat memberikan kontribusi sangat positif bagi Yogyakarta. Tak hanya itu, manfaat pariwisata juga dapat dirasakan oleh masyarakat," katanya didampingi Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo di kesempatan yang sama.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya melalui videonya memberikan ucapan selamat atas sukses dan terselengararanya event yang ke-14 ini, ia berharap acara dapat sukses hingga akhir dan membawa kemeriahan untuk menyambut tahun baru Imlek 2750.

Baca: Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XIV 2019 Dibuka, Sajikan Ratusan Kuliner dan Festival Budaya

"Acara (PBTY) dan sajian yang sangat variatif menggambarkan akulturasi yang sangat erat dalam Seni dan Budaya di Indonesia. Salut untuk Yogyakarta Istimewa, Semoga dapat mendongkrak wisatawan baik Nasional maupun Mancanegara," ucapnya.

Dari informasi yang dhimpun Tribunjogja.com, rutin setiap tahunnya, PBTY selalu hadir dengan beragam kegiatan yang meraih mulai dari bazar kuliner, pertunjukan wayang Po Tay Hie, atraksi naga barongsai, panggung hiburan, karnaval budaya maupun aneka lomba yang memperebutkan berbagai piala.

Sementara itu, puncak acara akan berlangsung pada 19 Februari 2019 dengan perayaan Cap Go Meh yang ditandai Karnaval Budaya di Jalan Malioboro sampai Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

Diperkirakan peserta mencapai 2.500 orang dan akan memeriahkan puncak acara tersebut. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved