Yogyakarta

Anggito Abimanyu : Pembelian Lahan Untuk Embarkasi Bukan Solusi

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyebut pembelian lahan untuk embarkasi masih belum menjadi solusi.

Anggito Abimanyu : Pembelian Lahan Untuk Embarkasi Bukan Solusi
Dprd diy.go.id
Komisi D Tinjau Lokasi Calon Embarkasi Haji di Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Persoalan lahan untuk embarkasi haji di DIY hingga saat ini belum menemui titik terang.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyebut pembelian lahan untuk embarkasi masih belum menjadi solusi.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu  mengatakan, dana haji bisa dipergunakan sebatas itu untuk investasi. Hanya saja, dana tersebut  harus dilihat sisi kemanfaatannya untuk umat.

"Kami tidak bisa mengadakan tanah tanpa tujuan. Selama layak, syariah dan efisien akan dikaji. Investasi gak boleh beli tanah tanah untuk apa spekulasi," urainya, akhir pekan lalu.

Menurut Anggito, jika pihaknya diajak ikut bekerjasama, maka akan mengkaji layak dan tidaknya untuk investasi.  Dia menyebutkan, penggunaan SG atau PAG untuk embarkasi bisa saja dilakukan karena ada hak pakai.

Baca: Kemenag Berharap Tanah Embarkasi Haji Bisa Dihibahkan

"Kata pak Wagub tanah dipakai saja karena ada hak pakai. Katanya Kementrian Agama gak bisa? Gak tau saya persisnya. Kalau saya, masih bisa sama-sama negara kok," urainya.

Pihaknya menyebutkan, bisa membantu pembangunan embarkasi haji hanya bentuknya investasi dan harus layak, seperti hotel dihuni berapa orang berapa harganya nilai pendapatannya layak atau tidak.

“Jadi harus dihitung kelayakan investasi. Appraisal mengatakan layak misalnya tingkat hunian dibikin cashflow sepuluh tahun untuk umroh haji kalau layak bisa menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Sekda DIY, Gatot Saptadi pun mengatakan, masih mencermati wacana penggunaan APBD sebagai dana untuk pembangunan embarkasi haji ini. Sehingga, bangunan tersebut nantinya milik Pemda DIY.

“Kami harus melakukan kajian, kalau membangun harus ada manfaat balik atau investasinya. Dengan luas tanah 10 hektar itu ada investasi besar dan manfaat jangka panjang cucuk (setimpal) engga,” urainya.(tribunjogja)

 

  

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved