Kota Yogya

94,7% Anak Usia 0-18 di Kota Yogya Sudah Memiliki Akta Kelahiran

Di Kota Yogya sendiri hanya ada 5,3% anak usia 0-18 yang belum memiliki akta kelahiran.

94,7% Anak Usia 0-18 di Kota Yogya Sudah Memiliki Akta Kelahiran
dispatch.co.kr
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogya, Sisruwadi menerangkan jika untuk di Kota Yogya sendiri hanya ada 5,3% anak usia 0-18 yang belum memiliki akta kelahiran.

Sementara itu, untuk 94,7 % anak sudah memiliki akta kelahiran dari 170.463 anak.

"Dari jumlah 170.463 anak usia 0-18 tahun ada 5,3% yang belum memiliki akta. Berarti sudah ada 94,7 % anak yang sudah memiliki akta kelahiran," terangnya pada Tribunjogja.com.

Untuk kendala bagi anak yang belum memiliki akta sejauh ini karena lahirnya di luar kota dan belum sempat melaporkan.

Ataupun ada warga Yogya yang berdomisili di luar Yogya dan belum sempat membuat akta.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

Hal tersebutlah yang membuat pihaknya merasa agak kesulitan.

"Kendala 5,3% karena lahirnya di luar Kota Yogya dan tidak segera melaporkan, kendala di situ. Ada juga penduduk Kota Yogya yang tinggalnya tidak di Yogya, kita juga mengalami kesulitan di situ. Kalau di Kota Yogya sudah kita sisir semua," terangnya pada Tribunjogja.com.

Sisruwadi juga mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan berbagai inovasi untuk mengurangi angka tersebut.

Mulai dari kerjasama dengan rumah sakit, menyampaikan ke sekolah-sekolah, melalui kelurahan bahkan ke tingkat RT/RW.

"Kita juga sampaikan ke sekolah-sekolah kalau ada anak sekolah yang belum memiliki akta untuk menyampaikan ke kami. Kita juga jemput bola di kelurahan, kita Informasikan sampai ke tingkat RT, sudah kita sisir semua. Upaya kita seperti itu," katanya.

Baca: Masih Ada Balita di Yogyakarta yang Belum Memiliki Akta Kelahiran

Dia menerangkan jika akta kelahiran ini sangat banyak sekali kegunaannya, dimana akta ini merupakan bukti pengakuan negara terhadap warga negaranya yang lahir di wilayah NKRI.

"Kalau anak untuk daftar sekolah harus ada akta. Kalau mau mengurus paspor juga harus pakai akta. Ada tiga dokumen penting yang harus dimiliki, akta kelahiran, kartu keluarga dan e-KTP. Itu semua berkaitan. Mungkin ada juga kalangan yang belum paham masalah akta," ungkapnya.

Dia menerangkan jika sebenarnya pengurusan akta tidaklah sulit dan gratis.

Terlambat sekalipun tidak akan dikenakan denda.

"Sudah mudah semua. Tinggal kemauan masyarakat. Untuk bisa dipahami semua masyarakat, bahwa akta kelahiran itu penting. Sebagai pengakuan negara ke warganya. Akta kelahiran bukan hanya untuk anak usia 0-18 tahun, tapi semua warga masyarakat harus memiliki akta kelahiran. Kami himbau agar segera mengurus akta bagi yang belum memiliki akta," terangnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved