Gunungkidul

Pemkab Gunungkidul Tunggu APBD Perubahan 2019 untuk Pencairan BKK

Untuk mencairkan BKK pada triwulan pertama 2019 dirasa sulit, lantaran anggaran yang dimiliki bersamaan dengan program rutin OPD.

Pemkab Gunungkidul Tunggu APBD Perubahan 2019 untuk Pencairan BKK
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melakukan konsultasi dengan Pemerintah Provinsi DIY untuk pastikan dapat mencairkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 24,1 milliar pada tahun ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Drajat Ruswandono menuturkan, untuk mencairkan BKK pada triwulan pertama 2019 dirasa sulit, karena plot anggaran minim lantaran anggaran yang dimiliki bersamaan dengan program rutin Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Kami sudah konsultasikan dengan provinsi, dan mendapatkan saran kalau BKK lebih baik dicairkan pada APBD perubahan 2019," ucapnya, Jumat (15/2/2019).

Drajat menuturkan, pihaknya akan tetap akan mengikuti saran dari provinsi.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

Jika tetap dicairkan pada triwulan pertama akan sulit, karena sesuai proyeksi pencairan akan menggunakan dana sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) 2018.

"Kalau menggunakan silpa 2018 maka tidak mungkin dicaikan pada triwulan pertama karena harus melalui proses BPK. Hasil audit juga belum turun sehingga kami tidak berani menggunakannya," ucapnya.

Menurutnya pencairan BKK lebih pas jika setelah pembahasan APBD perubahan 2019, ia juga memastikan bahwa BKK akan dicairkan pada tahun ini.

"Program BKK akan kami masukkan pada Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan dan dibahas dalam pembahasan APBD perubahan," katanya.

Menurutnya setelah pembahasan selesai maka BKK baru bisa dicairkan.

Baca: Pemkab Gunungkidul Berencana Naikkan PAD Melalui Retribusi Pasar

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved