Jawa

Kumpulkan Forkompincam, Bawaslu Kabupaten Magelang Tekankan Netralitas ASN

Hal ini dilakukan setelah banyaknya laporan masyarakat atau temuan dari Bawaslu akan oknum kepala desa ataupun perangkat desa, juga ASN yang bersikap

Kumpulkan Forkompincam, Bawaslu Kabupaten Magelang Tekankan Netralitas ASN
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M Habib Shaleh, memberikan materi pada Rapat koordinasi persiapan Pemilu 2019 bersama stakeholder di Hotel Atria Kota Magelang, Jumat (15/2/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Camat, Kapolsek, dan Danramil di 21 Kecamatan di Kabupaten Magelang dikumpulkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang, Jumat (15/2/2019).

Mereka diminta menegaskan sikap netralitas para ASN, TNI, Polri, dan perangkat pemerintahan di wilayah masing-masing dalam Pemilu 2019 mendatang.

Hal ini dilakukan setelah banyaknya laporan masyarakat atau temuan dari Bawaslu akan oknum kepala desa ataupun perangkat desa, juga ASN yang bersikap tidak netral,terlibat dalam kegiatan politik atau kampanye, meski sudah ditegaskan dalam aturan perundang-undangan terkait sikap netralitas mereka.

Baca: Bawaslu Kabupaten Magelang Pastikan Pengawas TPS Netral, Bukan Simpatisan atau Anggota Parpol

"Kami menitip pesan kepada mereka agar menyebarluaskan semangat netralitas ASN. Karena sekarang trennya begitu. Kades itu yang paling rawan, karena para politisi ini jalan keliling terus, jadi mereka terpengaruh. Pertama mereka harus netral terlebih dahulu dan dapat membantu kita sosialisasi, menjaga netralitas kades dan perangkat desa di wilayah masing-masing," ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M Habib Shaleh, Jumat (15/2/2019) dalam rapat koordinasi persiapan Pemilu 2019 di Hotel Atria Kota Magelang.

Habib menuturkan, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang rawan akan pelanggaran Pemilu 2019.

Seperti di Kecamatan Muntilan yang saat ini dikenal sebagai wilayah yang rawan pelanggaran, karena masyarakat di sana yang juga aktif.

Kemudian Salaman, dan Borobudur yang tak luput dari sasaran lokasi kampanye dari para calon.

"Pemetaaan kerawanan kami lakukan, Seperti Muntilan, masyarkatnya aktif lewat media sosial, dan malah Mertoyudan relatif adem. Kecamatan Muntilan saat ini masih rawan, termasuk Salaman, Borobudur, yang banyak jadi lokasi kampanye," katanya.

Baca: Jaga Netralitas, KPU DIY Sosialisasikan Kampanye Pemilu 2019 Kepada Pelaku Media

Dirinya juga memasukkan daerah pinggiran yang juga rawan akan pelanggaran.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved