Sleman

SDN Rejodani Dikukuhkan Sebagai Sekolah Siaga Bencana

Dengan dikukuhkannya SD Negeri Rejodani, maka Kabupaten Sleman hingga saat ini memiliki 58 sekolah dengan predikat sebagai Sekolah Siaga Bencana.

SDN Rejodani Dikukuhkan Sebagai Sekolah Siaga Bencana
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkab Sleman kembali mengukuhkan Sekolah Siaga Bencana, kali ini di SD Negeri Rejodani, Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 11, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Dengan dikukuhkannya SD Negeri Rejodani pada Rabu (13/2/2019) kemarin, maka Kabupaten Sleman hingga saat ini memiliki 58 sekolah dengan predikat sebagai Sekolah Siaga Bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Joko Supriyanto saat ditemui Tribunjogja.com Kamis (14/2/2019) mengatakan bawah di tahun 2019 Kabupaten Sleman menargetkan akan menambah sebanyak delapan Sekolah Siaga Bencana dan tambahan sebanyak 8 Desa Tangguh Bencana.

Sehingga pada tahun 2019 nantinya di Sleman akan ada 63 Sekolah Siaga Bencana dan 53 Desa Tangguh Bencana.

Dalam pengukuhan hari itu juga dilantik 30 anggota Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAD) yang terdiri dari pelajar (Siswa), guru dan wali murid.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

Dijelaskan Joko, pembentukan SPAD tersebut merupakan satu di antara wujud kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi bencana.

"Mengingat Kabupaten Sleman memiliki tujuh potensi bencana, salah satunya hujan dengan intensitas deras dan angin puting berliung yang biasa terjadi di daerah Rejodani," ujarnya.

BPBD Sleman berusaha mengimplementasikan dengan mensinergikan berbagai elemen yaitu pemerintah, masyarakat, dan pengusaha agar bisa terwujud masyarakat Sleman yang tanggap, tangkas, dan tangguh dalam menghadapi bencana.

Baca: Basarnas Yogyakarta Kenalkan Alat Penanganan Bencana Pada Anak Usia Dini

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun berpesan kepada sekolah SD Negeri Rejodani untuk rutin melakukan simulasi penanganan bencana.

Ia berharap, melalui pengukuhan dan gladi lapang yang dilakukan SD N Rejodani dapat mampu memberikan edukasi tanda-tanda bencana sejak dini kepada anak–anak.

"Sehingga dapat meminimalisir dampak bencana dan langkah mitigasinya," ucapnya.

Wabup juga mengajak sekolah lain yang ada di Kabupaten Sleman untuk dapat membentuk Satuan pendidikan Aman Bencana di sekolah. (*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved