Bantul

Komunitas Sebhumi Fokus di Pendidikan dan Kemanusiaan

Komunitas yang beranggotakan warga Yogyakarta yang berdomisili di berbagai daerah ini memiliki fokus terhadap kegiatan sosial kemanusiaan hingga

Komunitas Sebhumi Fokus di Pendidikan dan Kemanusiaan
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Fathonaty
Pengukuhan pengurus Sebhumi dan peringatan ulang tahun pertama Sebhumi, Kamis (14/2/2019) sore di Palbapang, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Komunitas Sedulur Bhumi Mataram (Sebhumi) memperingati hari ulang tahunnya yang pertama pada Kamis (14/2/2019).

Komunitas yang beranggotakan warga Yogyakarta yang berdomisili di berbagai daerah ini memiliki fokus terhadap kegiatan sosial kemanusiaan hingga pendidikan.

Ketua Umum Sebhumi, Suharmanto bersama Bendahara Umum Sebhumi Rinda Ragiel Perkasa memaparkan, komunitas ini merupakan komunitas non politik dan non simpatisan.

Berdirinya komunitas ini pun didasari oleh rasa persaudaraan dan kepedulian.

Baca: Telkomsel #BhayPlastik Gandeng Komunitas Pecinta Lingkungan

"Kami fokus untuk kegiatan sosial. Kami juga sudah memberi bantuan di daerah kekeringan di Gunungkidul. Juga memberi bantuan pada janda tak mampu," terang Suharmanto di sela acara.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan menyambangi para korban kekerasan jalanan. Menurutnya, para penyintas ini memerlukan dukungan dan motivasi.

"Belakangan kan marak juga kekerasan jalanan. Kamin akan mengunjungi mereka, memberikan support semangat," paparnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Sebhumi, Sri Surya Widati mengatakan dalam sambutannya, visi misi utama Sebhumi yakni dalam hal sosial kemasyarakatan yang diwujudkan dengan membantu warga kurang mampu.

Baca: Komunitas Peduli Sosial di Yogyakarta Bedah Rumah Milik 2 Lansia Tuna Netra di Bantul

"Tangan pemerintah pusat dan daerah tidak mungkin menjangkau seluruh masyarakat dengan cepat. Menjadi tugas kita bersama untuk berbagi pada sesama yang membutuhkan," tuturnya.

Komunitas ini pun kini tercatat telah memiliki 1300 anggota aktif di DIY.

Sebhumi juga memiliki cabang yang tersebar di berbagai daerah seperti Bogor, Kudus, hingga Banyuwangi.

Ditambahkan oleh Suharmanto, siapa saja bisa bergabung dengan komunitas ini. "Dari kalangan mana saja bisa ikut, agama apa saja bebas. Ini organisasi non partai, kami tidak berpartai, kami hadir untuk urusan yang sejuk-sejuk," tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: amg
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved