Kriminal

Komplotan Penipu dengan Modus Gendam Dibekuk, Tersangka Terinspirasi Upin-Ipin

Empat orang anggota komplotan penipu dengan menggunakan gendam berhasil dibekuk oleh Polres Magelang Kota.

Komplotan Penipu dengan Modus Gendam Dibekuk, Tersangka Terinspirasi Upin-Ipin
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Empat orang komplotan penipu dengan modus gendam yang berhasil ditangkap oleh Polres Magelang Kota. Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi menunjukkan barang bukti hasil kejahatan, Kamis (14/2) dalam rilis kasus penipuan di Mapolres Magelang Kota. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Empat orang anggota komplotan penipu dengan menggunakan gendam berhasil dibekuk oleh Polres Magelang Kota.

Mereka mengiming-imingi korban keuntungan dengan menukarkan sejumlah uang ke mata uang rusia, Belarusia.

Begitu korban tertarik, gendam dilancarkan. Korban yang terpedaya, tak sadar hartanya dikuras, diganti dengan uang mainan dan uang dolar rusia atau Belarusia yang telah kedaluarsa.

Baca: Digendam di Toserba, Warga Yogya Kehilangan Ratusan Juta Rupiah

Empat tersangka gendam, Amir Hamzah alias Baba Liong alias Rusli (58), warga Jalan Tanah Tinggi Sawah RT 18 RW 07, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat; Tetra Kusuma Sarjana alias Rehan (58), warga Kampung Babakan RT 02 RW 03, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Kemudian, Siti Asiyah alias Dewi Ratnasari (52), warga Jalan Tanah Tinggi XII No 20 RT 18 RW 07, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat dan Zaenal Abidin (42), warga Gang Sentiong Dalam I RT 12 RW 05, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senin, Jakarta Pusat.

Korban sendiri bernama Ratna Wilis (64), warga Kampung Samban Utara, Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, seorang pensiunan PNS.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi, menuturkan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban, Ratna Wilis (64). Saat itu, korban sedang berjalan kaki dari sebuah bank dan berpapasan dengan pelaku Rehan yang mengaku orang Singapura dan berpura-pura menanyakan alamat.

Tersangka lain, Dewi, datang, kemudian Rehan bertanya kepada Dewi, tempat penukaran dolar belarus.

Tersangka lainnya, Zaenal dan Rusli datang tak lama dan bersama-sama mengajak korban naik mobil menuju bank untuk menukarkan uang dolar belarus tersebut.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved