Gunungkidul

Kesadaran Perempuan Gunungkidul Periksa Dini untuk Deteksi Kanker Serviks Masih Kurang

Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul sendiri baru ada 800 orang yang melakukan tes IVA sedangkan dari tes tersebut diketahui 6 orang terjangkit kanke

Kesadaran Perempuan Gunungkidul Periksa Dini untuk Deteksi Kanker Serviks Masih Kurang
net
kanker serviks 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Kaum perempuan di Gunungkidul masih banyak yang memiliki kesadaran minim untuk melakukan tes Inspeksi Visual Asetat (IVA).

Tes IVA sendiri bertujuan untuk mengetahui seorang perempuan menderita kanker serviks atau tidak.

Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul sendiri baru ada 800 orang yang melakukan tes IVA sedangkan dari tes tersebut diketahui 6 orang terjangkit kanker serviks.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunugkidul, Priyanta Madya Satmaka menuturkan selain IVA untuk mendeteksi kanker serviks juga bisa dilakukan melalui metode Pap Smear.

Baca: Minyak Daun Cengkih Potensial untuk Obat Antikanker Serviks Uteri

"Pap Smear sebaiknya dilakukan dilakukan rutin tiga tahun sekali ketika setelah menikah atau setelah berhubungan suami istri. Deteksi dini kanker serviks perlu dilakukan untuk menekan jumlah penyakit kanker yang merupakan bpenyakit berbahaya kedua di Indonesia," ujarnya, Kamis (14/2/2019).

Ia menuturkan selama ini kebanyakan masyarakat memeriksakan kondisinya ketika kanker sudah memasuki stadium akhir, jika seorang perempuan mengidap penyakit kanker serviks stadium tinggi perlu penanganan yang tidak boleh lepas dari pantauan.

"Kalau penanganannya berhenti di tengah jalan maka berakibat fatal. Kalau penanganan kanker serviks masuk stadium 3 atau 4 harus di rumah sakit besar," katanya.

Priyanta mengatakan penyuluhan pola hidup sehat serta pemeriksaan dini dianggap sebagai langkah yang tepat, dengan penyuluhan maka tidak hanya menyasar perempuan dewasa saja tetapi juga perempuan remaja.

Baca: Wanita Terlalu Lama Duduk Berisiko Kanker Payudara dan Leher Rahim

"Kami kesulitan dalam memetakan wilayah mana saja di Gunungkidul yang banyak terkena kanker serviks, padahal penderitanya di usia-usia produktif," ucapnya.

Terpisah, Bidan UPT Puskesmas Wonosari II, Wheny menuturkan ditempatnya tiap hari Rabu membuka pelayanan pemeriksaan dini kanker serviks, namun kesadaran masyarakat untuk memeriksakan masih minim.

"Yang datang paling hanya satu dua orang saja, masih banyak perempuan yang merasa malu melakukan pemeriksaan dini yang bisa dilakukan sekarang adalah jemput bola ke rumah-rumah," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved