Techno

65,3 Persen Penduduk Indonesia Melek Internet, Pebisnis Wajib Go Online

65,3 Persen Penduduk Indonesia Melek Internet, Pebisnis Wajib Go Online Untuk Kembangkan Usahanya

65,3 Persen Penduduk Indonesia Melek Internet, Pebisnis Wajib Go Online
http://alternativeinvestmentcoach.com
ilustrasi domain website 

TRIBUNJOGJA.COM - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)  mencatat proyeksi data pengguna internet di Indonesia pada tahun 2019 sudah mencapai 175 juta pengguna atau sekitar 65,3 persen dari total penduduk Indonesia.

Hal ini tentunya turut membuat kanal go online, website, mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup signifikan.

Menilik data tersebut, Wayan Cahyono, Product Manager Niagahoster menjelaskan website bisa dibilang menjadi platform go-online yang efektif untuk mengembangkan bisnis.

Bahkan saat ini website menjadi aset digital yang wajib dimiliki oleh pemilik bisnis untuk mengembangkan brand-nya secara online.

Baca: Lindungi Dari Aksi Bullying, Instagram Sarankan Pengguna Gunakan Fitur Ini

"Sebagai perusahaan penyedia layanan web hosting, kami melihat urgensi untuk mengedukasi pemilik bisnis website untuk memaksimalkan kehadiran online bisnis mereka," katanya belum lama ini.

Keyakinan itu ditambah dengan hadirnya Google sebagai mesin pencari yang menjadi platform berperingkat tertinggi dalam situs yang paling sering diakses oleh masyarakat Indonesia berdasarkan data dari Alexa.

Hal tersebut yang mengilhami salah satu perusahaan web-hosting terkemuka asal Yogyakarta Niagahoster untuk meluncurkan platform Niagacourse.

Tujuannya tak lain yakni memberikan materi ajar bagi masyarakat atau pebisnis untuk belajar membuat website terlebih bagi mereka yang ingin mengembangkan bisnis memasuki ranah online.

Di era digital seperti sekarang, membuat website bukan lagi hal yang sulit.

Pemilik bisnis telah diberikan pilihan untuk mengembangkan website mereka. Baik secara mandiri atau menggunakan pihak ketiga seperti staf IT, web developers, atau web agency.

"Niagacourse, yaitu online course yang bisa diakses gratis oleh siapapun. Materinya beragam, mulai dari pembuatan website hingga optimasinya. Kami akan terus memperbarui materi kursus sesuai dengan kebutuhan orang-orang yang hendak membuat website untuk bisnisnya," terangnya.

Tak hanya berhenti di situ, meninjau tren website kedepan, website yang ramah pengguna smartphone bisa dibilang yang akan berkembang di masa depan.

"Kursus ini ditujukan untuk orang-orang yang ingin membuat website tapi memiliki kemampuan teknis terbatas," pungkasnya. (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved