Bisnis

Zilingo Berikan Para Mitra Akses ke Rantai Pasokan Fesyen Dunia

Perusahaan ini segera mengembangkan sistem milik sendiri bagi para penjual fesyen untuk dapat terhubung dengan produsen di seluruh Asia.

Zilingo Berikan Para Mitra Akses ke Rantai Pasokan Fesyen Dunia
istimewa
Salah satu pendiri dan CEO Zilingo, Ankiti Bose. Zilingo, marketplace terkemuka di Asia Tenggara dengan fokus di bidang fesyen dan gaya hidup, berhasil mengumpulkan US$ 226 juta dalam putaran pendanaan Seri D. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, SINGAPORE - Zilingo mengawali langkahnya sebagai marketplace fesyen dan gaya hidup pada tahun 2015 oleh Ankiti Bose dan Dhruv Kapoor.

Saat menangani ribuan penjual di platform tersebut, para pendiri Zilingo secara langsung melihat jerih payah dan kesulitan yang dihadapi oleh para penjual.

Berbagai usaha yang dimiliki para penjual tersebut tidak dapat meningkatkan keuntungan mereka atau berkembang lebih jauh karena kurangnya akses ke teknologi dan modal - sementara merek internasional besar lainnya terus tumbuh secara agresif.

Penjual kecil tidak memiliki volume yang cukup untuk memasok bahan baku semurah pengusaha besar serta tidak memiliki pengaruh yang cukup untuk mendapatkan harga terbaik dari penyedia layanan atau gudang.

Hal ini mendorong Zilingo untuk memperluas bisnis intinya menjadi lebih dari sekedar marketplace.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

Perusahaan ini segera mengembangkan sistem milik sendiri bagi para penjual fesyen untuk dapat terhubung dengan produsen di seluruh Asia, mendapatkan tarif pengadaan (procurement) terbaik, mendapatkan layanan logistik yang dioptimalkan, layanan keuangan, asuransi, pinjaman serta analitik.

Pada tahun 2018, Zilingo melihat pertumbuhan pendapatan secara eksponensial setelah berinvestasi dalam pembangunan kapabilitas B2B dan kemampuan rantai pasokannya dan menghadirkannya lewat platform Zilingo AsiaMall dan Z-Seller.

Saat sebagian besar perusahaan e-commerce lainnya tetap fokus pada transaksi B2C dan C2C, pendekatan yang dilakukan oleh Zilingo termasuk unik dan terpusat untuk menciptakan nilai tambah bagi mitranya.

Baca: Zilingo Berhasil Kumpulkan US$ 226 Juta dalam Pendanaan Seri D

Salah satu pendiri dan CEO Zilingo, Ankiti Bose, yang kini menjadi bagian dari sebuah kelompok eksklusif para perempuan pendiri yang juga pemimpin perusahaan teknologi raksasa di Asia mengatakan, “Peran teknologi seharusnya untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif. Dalam industri fesyen, ketidakefisienan rantai pasokan inti menghalangi para penjual skala kecil dan menengah untuk membuka potensi penuh mereka dibandingkan dengan brand besar."

“Kami menciptakan sebuah wadah dengan layanan dan produk terbaik di kelasnya untuk semua penjual - terlepas dari besarannya. Kami rasa pendekatan ini dapat mendukung pertumbuhan besar bagi para pemasok di Asia Tenggara. Kami sangat bersyukur atas dukungan berkelanjutan dari para investor kami maupun para investor baru yang memiliki visi dan ambisi yang sama untuk membangun perusahaan fesyen terdepan,” paparnya melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com. (tribunjogja.com)

Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved