Kota Yogyakarta

Sejumlah 180 Kartu e-Retribusi Dibagikan ke Pedagang Pasar Demangan

Terdapat 30 pasar tradisional di Kota Yogyakarta yang mana 2 di antaranya sudah menerapkan e-retribusi

Sejumlah 180 Kartu e-Retribusi Dibagikan ke Pedagang Pasar Demangan
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Umi Suharto, salah satu pedagang Pasar Demangan yang juga Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Demangan tersebut menunjukkan kartu e-retribusi miliknya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan e-retribusi kedua di Pasar Demangan, di mana sebelumnya Pasar Beringharjo telah menerapkan pembayaran retribusi secara online tersebut.

Peluncuran dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hariyadi Suyuti, Rabu (13/2/2019).

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono menjelaskan bahwa terdapat 700 pedagang di Pasar Demangan, 180 kartu e-retribusi dibagikan dan sisanya akan diserahkan secara bertahap ke pedagang pasar.

Ia menuturkan, terdapat 30 pasar tradisional di Kota Yogyakarta yang mana 2 di antaranya sudah menerapkan e-retribusi sementara 24 pasar lainnya menggunakan pembayaran retribusi melalui metode Quick Response (QR) Code.

Baca: Baru Lima Pasar di Jawa Tengah yang Kantongi Standar Nasional

"Komitmen kami, pada tahun ini seluruh pasar akan menerapkan sistem e-retribusi. Ini terbuka untuk seluruh bank, tidak harus bank yang sudah bekerjasama sebelumnya," tandasnya, ditemui seusai peluncuran di Pasar Demangan, Rabu (13/2/2019).

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menjelaskan Hariyadi dengan metode pembayaran tersebut maka akan berdampak pada efisiensi petugas pemungut retribusi dan pedagang juga lebih nyaman karena tidak merasa tertagih.

"Tapi bukan berarti mangkir dari kewajiban membayar retribusi. Pergantian pembayaran ini adalah metode tapi bukan mengganti kewajiban jadi hak. Kewajiban retribusi ini ya tetap membayar," tandasnya.

Baca: Deretan Cafe Kekinian di Sekitar Demangan Yogyakarta

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Demangan, Umi Suharto mengaku nyaman dengan metode pembayaran melalui e-retribusi.

Pasalnya ia tak perlu menyiapkan uang tunai namun hanya perlu menggunakan kartu yang telah diisi saldo.

"Saya isi saldo Rp 5 juta. Karena kalau isi saldo kurang dari Rp 1 juta, maka tiap bulannya akan kepotong untuk bayar retribusi plus administrasi yang dibebankan sebesar Rp 4ribu. Sayang uang yang Rp 4ribu, makanya ngisinya dilebihin sekalian," ujar pedagang sembako tersebut lantas tertawa.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved