Yogyakarta

Rumah Zakat Luncurkan Gerakan Gelombang Wakaf

Rumah Zakat meluncurkan gerakan baru untuk terus menebar kebaikan melalui Gerakan Gelombang Wakaf.

Rumah Zakat Luncurkan Gerakan Gelombang Wakaf
IST
Rumah Zakat meluncurkan gerakan baru untuk terus menebar kebaikan melalui Gerakan Gelombang Wakaf. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Rumah Zakat meluncurkan gerakan baru untuk terus menebar kebaikan melalui Gerakan Gelombang Wakaf.

Gerakan ini untuk memujudkan visi menjadi filantropi ZISWAF dan kemanusiaan yang diwujudkan dalam bentuk rumah sakit, klinik, sekolah, 5323 desa berdaya, 200 hektar lahan produktif, serta 50000 UMKM di seluruh Indonesia.

Salah satu fokus kampanye Gelombang Wakaf adalah memberikan edukasi dan keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan yang dimulai dari generasi milenial terhadap program wakaf.

Baca: Rumah Zakat Menggelar Aksi Bersih Pantai di Pantai Cemara Sewu

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan rumah Zakat akan mengedukasi masyarakat melalui seminar di seluruh Indonesia dan aktivasi melalui media sosial.

"Selain itu juga membentuk komunitas wakaf yang bertujuan untuk melibatkan generasi milenial yang jumlahnya kurang lebih 40 persen dari total penduduk Indonesia secara langsung dalam proses pelaksanaan wakaf,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Rabu (13/2/2019).

Lanjutnya, potensi wakaf ini cukup besar, tidak seperti zakat, wakaf tidak ada nisab, sehingga semua orang bisa berwakaf.

Dengan adanya Gelombang Wakaf diharapkan dapat mengajak siapapun untuk bisa berkontribusi membangun Indonesia melalui wakaf.

Baca: Rumah Zakat Beri Pembinaan UKM Desa Berdaya Jogotirto

Wakaf memiliki peluang besar untuk dapat dijadikan sebuah sumber yang mengahsilakan produktivitas bagi masyarakt.

"Rumah Zakat telah membuktikan ini dalam kiprahnya selama 20 tahun dan mampu memberdayakan 30 juta penerima layanan manfaat, 18 Sekolah, 8 Klinik, dan 1295 Desa Berdaya," lanjutnya.

Hal ini semakin diperkuat merujuk pada keadaan beberapa waktu terakhir, yang menunjukkan ekonomi syariah terus memainkan peranan penting dalam pembangunan Indonesia, terlebih Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved