Yogyakarta

Polda DIY Ajak Masyarakat Tangkal Radikal yang Disebar di Medsos

Polda DIY ajak masyarakat untuk perangi paham radikalisme yang kini menyerang lewat media sosial dan gawai.

Polda DIY Ajak Masyarakat Tangkal Radikal yang Disebar di Medsos
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Arie
AKBP Sinungwati memberikan materi dalam penyuluhan di kantor desa condongcatur 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Polda DIY ajak masyarakat untuk perangi paham radikalisme yang kini menyerang lewat media sosial dan gawai.

Melalui penyuluhan di kantor Desa Condongcatur Selasa (12/2/2019), Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) memberikan penyuluhan melibatkan seluruh elemen masyarakat mulai dari anggota karang taruna, ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengurus RT/RW hingga dukuh.

AKBP Sinungwati selaku Kepala Sub Direktorat Pembinaan Ketertiban Penyuluhan Ditbinmas Polda DIY memaparkan penyebaran paham radikal saat ini sudah tidak sembunyi-sembunyi seperti dulu, namun lebih pada tersamarkan lewat pesan-pesan di media sosial.

Jika masyarakat tidak sadar maka tidak menutup kemungkinan bisa terjerumus dalam paham radikal ini.

"Masalah pemahaman agama, jangan sampai menjurus ke hal yang menjadi intoleransi dari hanya sekedar diprovokasi oleh gadget," terangnya.

Baca: Media Sosial Berpengaruh Besar Terhadap Pandangan Radikal Guru di Indonesia

Dalam penyeluhan tersebut, kepolisian sekaligus memberikan literasi digital kepada masyarakat.

Agar mereka dapat lebih bijak ketika mendapatkan pesan dan tidak mudah untuk menyebarkan informasi yang belum ada kejelasanya tersebut.

"Peran masyarakat sangat besar, apalagi sekarang situasi panas, media sosial itu juga ambil bagian besar untuk memanaskan ini," terangnya.

Sering kali pesan-pesan radikal atau intoleran tersebar melalui whatsapp group.

Pesan itu terus berlanjut ketika anggota grup ikut membagikan tautan atau informasi berantai itu.

Baca: Tekan Radikalisme dan Intoleransi Lewat Budaya dan Falsafah Jawa

Imbasnya tentu dapat berpengaruh stabilitas wilayah. Selain itu Sinungwati juga mengajak agar masyarakat lebih peduli dan saling mengenal masyarakat di lingkungannya.

Ia menegaskan bahwa masalah keamanan dan ketertiban masyarkat itu tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Kades Condongcatur Reno Candra Sangaji menilai apa yang dilakukan Polda DIY dengan penyuluhan ini adalah untuk memberikan rasa aman ke masyarakat.

Ia pun berharap warga bisa mendapat pencerahan dan pesan yang diberikan kepolisian dapat bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.

Adapun selain penyuluhan tentang paham radikalisme dan distribusi informasi teknologi, penyuluhan kali itu juga disebarkan pesan dan ajakan untuk menikmati pesta demokasi secara aman, nyaman dan sejuk.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved