Gunungkidul

Padi Gogo Diserang Hama Uret, Petani Terancam Gagal Panen

Petani lahan kering di Gunungkidul terancam gagal panen lantaran diserang hama uret

Padi Gogo Diserang Hama Uret, Petani Terancam Gagal Panen
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Petani lahan kering di Gunungkidul terancam gagal panen lantaran diserang hama uret, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mengakui sudah ada laporan dari petani yang masuk.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono menuturkan pihaknya memastikan bahwa prosentase serangan hama uret masih tergolong kecil.

"Berdasarkan data ada puluhan lahan padi gogo rusak, tetapi sampai saat ini serangan hama uret masih pada titik-titik tertentu saja, bahkan saat ini ada yang sudah mulai panen, seperti kecamatan Rongkop sudah mulai panen padi Segreng," katanya, Rabu (13/2/2019).

Baca: Dosen UGM Ciptakan Anti Hama dari Limbah Cangkang Kepiting dan Udang

Ia mengatakan luas total lahan padi gogo di Gunungkidul mencapai 48.628,7 hektar sedangkan serangan hama uret tidak lebih dari dua persen.

Di Kecamatan Purwosari didaoat 3 ton gabah kering giling per hektare, kemudian di bulak Nglanggeran Dusun Tambak, kelompok tani Ngudi Raharjo desa melikan, rongkophasil ubinan 2,5x2,5 meter bisa mendapatkan 4,7 kil atau 6,5 ton per hektare.

"Kami siap untuk menanggulangi serangan hama uret, dengan menerjunkan petugas ke lapangan selain itu dinas juga akan membagikan pestisida gratis, kepada para petani yang membutuhkan," katanya.

Sementara itu kelompok wanita tani (KWT) Maju Lestari Padukuhan Lemahbang, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Yuniasih menuturkan, hama uret sudah merusak tanaman padi di wilayahnya, setidaknya ada lima hektar lahan rusak diserang uret.

Baca: KPU Gunungkidul Rakit 13.868 Kotak Suara

"Hama uret itu menyerang pada bagian akar, akibatnya oadi yang telah berusia 70-80 hari mengakibatkan bagian daun dan batang mengering," ucapnya.

Ia menduga pemicu munculnya hama uret adalah dari pupuk kandang yang belum melalui proses fermentasi, diperparah dengan curah hujan yang sedikit.

Berakibat hama uret berkembang biak cepat dan merusak batang padi.

"Jika tidak segera ditangani maka puluhannhektar padi terancam gagal panen" tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved