Kota Yogya

Dishub Kota Yogya Kaji Fungsi Countdown Timer APILL

Countdown timer tersebut dipasang agar dapat memberikan estimasi waktu bagi pengguna jalan saat melaju di simpang.

Dishub Kota Yogya Kaji Fungsi Countdown Timer APILL
sphere.hr
ilustrasi Countdown Timer APILL 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta melakukan kajian terhadap fungsi countdown timer yang terpasang di sejumlah lampu Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).

Countdown timer tersebut dipasang agar dapat memberikan estimasi waktu bagi pengguna jalan saat melaju di simpang.

Kepala bidang Lalu Lintas Dishub Kota Yogyakarta, Zandaru Budi mengatakan setelah melakukan kajian justru countdown timer tersebut mengurangi kehati-hatian pengguna jalan.

Kebanyakan pengguna jalan justru memacu kencang kendaraan saat mengetahui waktu limit.

"Dulu kan pemasangan itu supaya pengendara bisa bersiap-siap ya, waktu hijau mau habis, jadi bisa berhenti. Tetapi kalau menurut kajian kami saat ini justru countdown itu malah membuat pengendara jadi terburu-buru. Misal sudah mendekati limit justru malah digas," katanya pada Tribunjogja.com, Rabu (13/3/2019).

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

"Jadi adanya countdown itu justru membuat pengendara lebih fokus pada countdown. Malah jadi keselamatan pengendara sendiri kurang diperhatikan," sambungnya.

Untuk itu pihaknya tidak akan melakukan pengadaan atau perbaikan countdown timer.

Dishub Kota Yogyakarta justru akan melepaskan countdown yang sudah rusak.

"Jadi kami akan melepas countdown yang rusak. Kalau yang masih bisa berfungsi ya tidak dilepas. Tetapi ini hanya untuk countdown yang milik dishub kota saja, kalau yang punya Dishub DIY tetap. Kami juga tidak akan melakukan pengadaan dan perbaikan untuk yang rusak," lanjutnya.

Baca: Alat Penghitung Mundur Lampu APILL di Sejumlah Titik di Kota Magelang Dimatikan, Ini Alasannya

Kasat Lantas Polresta Jogja, Kompol Qanti Dwi Prasetio Nugroho mengungkapkan, alat penghitung mundur memiliki fungsi sebagai rambu peringatan dan larangan, mencakup mengenai kapan pengendara bisa mulai melanjutkan laju kendaraan, atau masih berhenti mengikuti perintah dari lampu APILL yang masih menyala merah.

"Pengendara tentu sudah punya kompetensi dalam beretika lalu-lintas," ujarnya.

Dwi menambahkan, sejauh ini berdasarkan analisis dan evaluasi (anev), jumlah kecelakaan dengan lokasi kejadian di simpang empat perlintasan simetris yang terdapat APILL tidak signifikan.

Anev itu bisa dipadukan dengan Dishub, sebagai instansi yang bertanggungjawab sarana prasarana dan rambu jalan.

Terlebih lagi, tentunya sudah ada telaah sebelumnya, mengapa digunakan alat penghitung mundur di suatu titik APILL. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved