Aktifitas Gunung Merapi

Senin Malam, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Enam Kali

Senin Malam, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Enam Kali Dengan Jarak Luncuran 200-700 Meter.

Senin Malam, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Enam Kali
Twitter BPPTKG
Pantauan puncak Gunung Merapi melalui CCTV BPPTKG saat mengeluarkan guguran lava pijar, pada Senin (11/2/2019) malam periode 18.00-24.00 Wib. 

TRIBUNJOGJA.COM - Laporan pengamatan Gunung Merapi yang dilakukan oleh BPPTKG pada Senin (11/2/2019) periode 18.00-24.00 Wib, tercatat Gunung Merapi meluncurkan setidaknya enam kali guguran lava pijar.

Berdasarkan laporan BPPTKG melalui twitter resminya, guguran lava pijar terpantau mengarah ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur antara 200-700 meter.

Selain lava pijar, dalam periode yang sama, Gunung Merapi juga terpantau melakukan aktivitas guguran sebanyak 13 kali dengan durasi 15-86 detik.

Baca: Kecepatan Gempa Palu 4,1 Km per Detik, Resmi Dinyatakan sebagai Fenomena Supershear

Sementara itu, laporan pengamatan Gunung Merapi pada Selasa (12/2/2019) periode 00.00-06.00 WIB tercatat beberapa kali mengeluarkan guguran.

Berdasarkan data seismik, terdapat setidaknya 17 kali guguran dengan durasi 10-60 detik.

Bahkan guguran lava juga teramati sebanyak dua kali yang mengarah ke Hulu Kali Gendol. Lava pijar meluncur dengan jarak hingga 200 meter.

Baca: Untuk Kelima Kalinya, Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran

Baca: Awan Panas Guguran Terpantau Meluncur dari Puncak Merapi Sejauh 400 Meter

Sementara itu, pengamatan cuaca melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, visual Merapi tampak berkabut dengan cuaca mendung.

Suhu udara di sekitar lokasi sekitar 20.0 derajat celcius dengan kelembaban 89 %rh dan pressure 920.3 hpa.

Hembusan angin juga terpantau perlahan menuju ke barat. Dilaporkan puncak pun mengalami hujan pada pukul 04.25 - 05.00 Wib.

Mengacu pada aktivitas vulkanik tersebut, gunung berapi yang membatasi empat kabupaten tersebut masih ditetapkan statusnya di level II atau Waspada. Status ini masih bertahan sejak dinaikkan statusnya pada 21 Mei 2018 lalu.

Baca: Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar 6 Kali, Jarak Luncur hingga 1,3 Km

BPPTKG tak merekomendasikan kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara waktu kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Radius 3 km dari puncak Merapi pun diharapkan agar dikosongkan dari aktifitas penduduk.

BPPTKG juga mengimbau agar masyarakat yang tinggal di KRB III untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk aktivitas Gunung Merapi.

Terkait informasi, masyarakat diharapkan agar tidak mudah terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat.(tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved