Bantul

Sendang Sinongko Menunggu Dipercantik

Sudarman, warga Dusun Tangkil, mengatakan dulunya sendang tersebut adalah sebuah pesanggrahan prajurit pada masa Amangkurat 1, raja Kasultanan Mataram

Sendang Sinongko Menunggu Dipercantik
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Fathonaty
Mijan menunjukkan kondisi Sendang Sinongko yang airnya tak lagi jernih, Selasa (12/2/2019) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebuah pohon besar tampak berdiri tegap dan kokoh dengan akar-akarnya yang mencengkeram tanah.

Seolah bersembunyi, di bawahnya terdapat sumber air atau sendang.

Adalah Sendang Sinongko, terletak di Dusun Tangkil, Desa Muntuk, Dlingo, Bantul.

Sendang Sinongko ini menurut masyarakat sekitar memiliki nilai sejarah.

Sudarman, warga Dusun Tangkil, mengatakan dulunya sendang tersebut adalah sebuah pesanggrahan prajurit pada masa Amangkurat 1, raja Kasultanan Mataram.

"Ada yang singgah di Tangkil, di sendang itu," kata Sudarman saat ditemui Tribun Jogja, Selasa (12/2/2019) siang.

Kata Sudarman, singgahnya prajurit ini juga menjadi cikal bakal kerajinan bambu dan masakan berbahan dasar rebung di Dusun Tangkil.

Baca: Pengembangan Sendang Ngembel, Dinas Pariwisata : Bisa Menggunakan Dana Desa

"Awal kerajinan bambu juga dari situ. Mereka membuat anyaman bambu lalu dipasarkan di Pleret yang dulu merupakan wilayah raja-raja," terang Sudarman.

Warga Dusun Tangkil lainnya, Syaiful Mizan pun mengisahkan bagaimana kondisi Sendang Sinongko saat ia masih kecil.

"Dulu airnya jernih, ada ikan panjang, sebesar lengan ini panjangnya," kata pria yang akrab disapa Mijan ini.

Halaman
123
Penulis: amg
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved