Kota Yogya

Permintaan Trombosit di Kota Yogya Meningkat

Permintaan trombosit di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta mengalami kenaikan sejak Januari 2019.

Permintaan Trombosit di Kota Yogya Meningkat
internet
ilustrasi

TRIBUNJOGJA.COM - Permintaan trombosit di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta mengalami kenaikan sejak Januari 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Noor Hidayatullah, Staf Bagian Perekrutan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S).

Noor menjelaskan jika dalam sehari pihaknya selalu menyediakan minimal 20 kantong per golongan darah dalam sehari sebagai antisipasi di musim Demam Berdarah Dengue (DBD) seperti sekarang ini.

"Permintaan trombosit di Kota Yogyakarta beberapa hari ini naik, sejak Januari 2019. Tapi naiknya berapa persen kita belum hitung. Kalau musim DBD seperti ini, produksi trombosit memang kita naikan, kami mempunyai minimal stok per golongan minimal 20 kantong," terangnya pada Tribunjogja.com.

Dia menerangkan jika nanti 20 kantong tersebut sudah turun, maka pihaknya akan segara melakukan produksi lagi dengan mengambil trombosit dari pendonor sebagai antisipasi kebutuhan.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

Noor menjelaskan jika khusus untuk trombosit, 2-3 jam dari pengambilan harus segera diproduksi, dan lama masa simpannya adalah 5 hari.

"Kalau nanti 20 kantong turun, maka kami produksi kembali. Jadi kita ambil dari pendonor, kita produksi trombosit. Karena khusus trombosit 2-3 jam dari pengambilan, itu harus kami produksi dulu. Setelah itu masa simpan hanya 5 hari khusus trombosit," terangnya.

Dia menerangkan jika untuk stok trombosit sendiri hanya tergantung dalam menajemen produksi saja, akan tetapi untuk trombosit minimal dalam sehari ada 100 pendonor.

"Trombosit ini karena musim DBD, kami antisipasi hanya di manajemen produksi trombosit saja, tapi minimal pendonor dalam sehari harus ada 100. Alhamdulillah bulan Januari kami bisa 3500 kantong, dan ini aman. Kalau di Februari ini, paling tidak dari tanggal 1-12 ini masih aman juga," ungkapnya.

Untuk permintaan trombosit sendiri, biasanya dari Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo selalu mengambil stok di Kota Yogyakarta.

Baca: Sejak Januari 2019, Kebutuhan Trombosit di Kota Yogya Meningkat

Hal tersebut dikarenakan di Kabupaten tersebut tidak setiap hari pendonor datang ke PMI, sedangkan produksi trombosit harus dilakukan tidak lebih dari 4 jam.

"Kita tidak hanya dari Kota Yogyakarta saja yang minta, bahkan Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul juga ada yang minta trombosit. PMI Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul kalau cari trombosit memang ke Yogyakarta, karena rata-rata pendonor yang datang kesana tidak setiap hari, jarang, hanya sedikit. Padahal produksi trombosit paling tidak maksimal 3-4 jam dari pengambilan harus segera diproduksi," terangnya.

Noor menjelaskan jika dari PMI manapun bisa ambil trombosit dari PMI Kota Yogyakarta, begitupun sebaliknya dari PMI kota Yogyakarta bisa ambil di PMI lain saat mengalami kekurangan.

"Dari manapun bisa ambil di PMI Yogyakarta, kalau kami kosong juga ambil dari lain. Hari ini Klaten ambil 50 kantong darah, tadi jam 11.00 WIB. Jadi kami tidak melihat area, kalau sudah ada yang kosong bisa ambil. 2 hari lalu kami kirim ke Tegal. Itu prinsipnya," ungkapnya.

Noor menjelaskan jika untuk mengantisipasi kekurangan stok sendiri pihaknya selalu share ke pendonor untuk bisa datang ke PMI ketika stok mengalami penurunan. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved