Kota Magelang

Pasar Rejowinangun Kota Magelang Diresmikan Jadi Pasar Berstandar Nasional

Pasar Rejowinangun Kota Magelang mendapatkan predikat dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai pasar rakyat berstandar nasional

Pasar Rejowinangun Kota Magelang Diresmikan Jadi Pasar Berstandar Nasional
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian, BSN, Zakiyah, menyerahkan sertifikat SNI:8152 :2015 Pasar Rakyat sebagai Pasar Berstandar Nasional, kepada Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, Selasa (12/2/2019) di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pasar Rejowinangun Kota Magelang mendapatkan predikat dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai pasar rakyat berstandar nasional atau Standar Nasional Indonesia (SNI), Selasa (12/2/2019).

Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian, BSN, Zakiyah mengatakan, Pasar Rejowinangun menjadi pasar rakyat yang ke-30 di Indonesia dan ke-5 di Provinsi Jawa Tengah yang mendapat predikat pasar berstandar nasional.

"Pasar Rejowinangun menjadi ke-30 penerima SNI:8152 :2015 Pasar Rakyat sebagai Pasar Berstandar Nasional. DKI yang paling banyak ada 17, Jawa Tengah 5, Kalimantan 1, Bali dan Padang," ujar Zakiyah, Selasa (12/2/2019), di sela peresmian pasar berstandar nasional di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang.

Baca: Baru Lima Pasar di Jawa Tengah yang Kantongi Standar Nasional

Zakiyah mengatakan, program standardisasi pasar ini sesuai dengan program revitalisasi pasar dari Kementerian Perdagangan dalam jangka waktu lima tahun ke depan, dengan target sebanyak 5.000 pasar.

Ia menuturkan, revitalisasi ini bukan hanya pembangunan saja, tetapi juga mutu dan standar dari pasar rakyat.

Melalui standardisasi SNI ini, maka citra pasar rakyat harus berubah menjadi lebih baik.

Pasar rakyat harus memiliki citra bersih, sehat dan aman.

"Bukan hanya pembangunan saja, tetapi juga bagaimana kita mengubah image pasar yang kurang diminati, membangun persyaratan umumnya bahwa pasar harus bersih, sehat, aman dan sebagainya,” katanya.

Zakiyah menuturkan, Pasar Rejowinangun sendiri telah berhasil memenuhi kriteria penilaian dari Komite Akreditasi dari BSN, mulai dari aspek kebersihan pasar, sampai pengelolaan pasar yang harus profesional.

"Pengelolanya harus betul-betul professional. Persyaratan pengelola pasar harus membuat program sehingga orang nyaman saat di pasar,” katanya.

Baca: Pasar Rejowinangun Kota Magelang Terima Penghargaan Sebagai Pasar Terbaik Nasional

BSN sendiri telah memiliki program untuk memfasilitas pembentukan pasar rakyat berstandar nasional lainnya, bukan hanya di pulau Jawa saja, namun di pulau-pulau lainnya.

BSN bahkan menargetkan sebanyak 45 pasar rakyat di tahun 2019 memiliki standar nasional indonesia.

"Pemantauan akan dilakukan dari Lembaga Sertifikasi yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional, dimana sertifikasi SNI pasar rakyat hanya berlaku selama 3 tahun, dan terus dipantau setiap tahunnya," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved