Lifestyle

Pandangan Soal Kecantikan Diri Juga Dipengaruhi Media Sosial

Pasalnya, masyarakat tak hanya mempertimbangkan aspek kecantikan fisik, namun juga faktor lainnya.

Pandangan Soal Kecantikan Diri Juga Dipengaruhi Media Sosial
IST
Ilustrasi Media Sosial 

Sehingga, kecantikan kini bukan hanya sesuai persepsi dokter atau si pemilik wajah, melainkan juga dari penilaian orang sekitar.

"Pandangan itu akan men-drive, beauty is not about personal beauty. Bukan milik pribadi tapi sosial," ujarnya.

Paradigma ini dikenal dengan istilah "beauty 4.0", di mana hasil baik dan kepuasan pasien saja tidak lah cukup.

Kecantikan harus membuat seseorang menjadi percaya diri, dipandang menarik, sehingga memiliki interaksi yang positif dengan orang lain.

"Cantik ini lebih dari sekadar cantik, tapi menarik. Beauty-nya ini menimbulkan ketertarikan," tuturnya.

Namun, tidak semua permintaan pasien akan dikabulkan.

Terutama jika pasien terlalu mendengarkan omongan orang lain dari media sosialnya.

"Kadang kalau bertemu dengan kepribadian yang belum matang, semua pendapat orang diterima, tidak disaring," kata Lanny.

Jika menghadapi pasien yang seperti itu, Lanny dan dokter lainnya di Miracle akan menjelaskan terlebih dahulu kepada pasien bahwa tidak semua opini masyarakat benar dan harus dituruti.

Terkadang, pendapat orang-orang juga memiliki unsur subjektif.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved