Bantul

MTCC UMY dan Warga DK II Kersan Bantul Inisiasi Dusun Bebas Asap Rokok

MTCC UMY dan perangkat Dusun dan RT serta warga di DK II Kersan Bantul melakukan launching Dusun Sehat Bebas Asap Rokok (DEBAR).

MTCC UMY dan Warga DK II Kersan Bantul Inisiasi Dusun Bebas Asap Rokok
istimewa
Launching Dusun Sehat Bebas Asap Rokok (DEBAR), Literasi Kesehatan Digital, serta Posbindu PTM (pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) pada hari Minggu (10/2/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM -Sebagai upaya mendukung Kabupaten Bantul sebagai Kabupaten Sehat dan Bebas Asap Rokok, Program Profesi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bermitra dengan Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UMY dan perangkat Dusun dan RT serta warga di DK II Kersan Bantul melakukan launching Dusun Sehat Bebas Asap Rokok (DEBAR), Literasi Kesehatan Digital, serta Posbindu PTM (pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) pada hari Minggu (10/2/2019).

Ketua Abdimas PDM DEBAR yang juga Dosen Prodi Ilmu Keperawatan FKIK UMY, Resti Yulianti Sutrisno, menerangkan untuk mendukung terselenggaranya Peraturan Bupati Bantul No18 Tahun 2016 tentang Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok, maka kegiatan ini sangat penting dilakukan.

"Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendukung Kabupaten Bantul sebagai Kabupaten Sehat serta mendukung implementasi Kawasan Bebas Asap Rokok seperti yang diamanahkan. Kegiatan launching ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya seperti workshop dan sosialisasi di kader posyandu, Pengurus DK II Kersan, Ketua RT serta warga DK II Kersan," ungkapnya pada Tribunjogja.com, Selasa (12/2/2019).

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

Dia menjelaskan jika adanya Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok sejalan dengan tujuan dari Perbup yaitu melindungi masyarakat khususnya kelompok rentan antara lain bayi, balita, ibu hamil dan lanjut usia, terhadap resiko ancaman gangguan kesehatan akibat asap rokok.

Dia juga menjelaskan adanya dusun sehat bebas asap rokok ini diharapkan juga bisa mengatasi satu di antara permasalahan yang menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan paparan tertinggi secondhand smoke di area rumah berdasarkan data dri The Tobacco Atlas 6th ed (2018).

"Selain tempat pertemuan dan lainnya, rumah juga masuk sebagai salah satu Kawasan Bebas Asap Rokok menurut Perbup Bantul No.18 Tahun 2016. Diharapkan dengan adanya program ini bisa mengatasi permasalahan yang menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan paparan tertinggi secondhand smoke di area rumah," ungkapnya.

Baca: Jaringan Tobacco Control Muhammadiyah Tetap Harapkan Kenaikan Cukai Rokok

Khanif Ainun Fajri, Kepala DK II Kersan menjelaskan jika program tersebut merupakan usaha untuk membuat wilayah tempat tinggal yang sehat bagi keluarga.

Dia menerangkan jika program ini memberikan dorongan ke warga yang merokok untuk tidak melakukan aktivitas merokok di kawasan umum dan juga di rumah, bukan melarang mereka untuk merokok sepenuhnya.

"Inti dari program yang kami jalankan di sini adalah untuk berkomitmen menciptakan lingkungan yang sehat bagi diri sendiri. Untuk berhenti merokok ada tahapannya dan program DEBAR ini bisa menjadi awal yang baik bagi masyarakat dalam memahami bahaya paparan asap rokok pada diri sendiri dan orang lain," jelasnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved