Lifesyle

Bekali Makanan Untuk Anak Sekolah

Memberikan bekal makanan pada anak untuk dibawa ke sekolah bisa menjadi alternatif cara agar anak tak sembarangan jajan ketika waktu istirahat.

Bekali Makanan Untuk Anak Sekolah
Facebook
Foto yang diunggah Facebook Puguh Hery Prasetyo, Sabtu (1/14/2016), yakni seorang siswa tengah menikmati bekal makanannya di kelas 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM - Memberikan bekal makanan pada anak untuk dibawa ke sekolah bisa menjadi alternatif cara agar anak tak sembarangan jajan ketika waktu istirahat tiba atau sepulang sekolah. Sebagian orang tua memang berharap demikian.

Beberapa alasan diutarakan oleh para orang tua, mulai dari soal kebersihan makanan, gizi makanan hingga membawa bekal untuk tujuan berbagi makanan dengan teman teman di sekolah.

Retno Anjani, salah satu orang tua yang anaknya terkadang dibekali makanan berharap agar tidak jajan sembarangan di sekolah menuturkan, ada kalanya anak dibekali makanan ringan maupun berat untuk konsumsi saat istirahat.

Meskipun sekolah anaknya sudah memberikan layanan katering, namun Anjani tetap sesekali membawakan anaknya bekal makanan kesukaannya. Anjani beralasan, menu katering terkadang tak sesuai dengan kesukaan si anak.

"Aku bawain bekal sambil aku edukasi kalau sudah ikut katering ya makanan harus dihabiskan, terutama sayur yang mengandung gizi dan banyak vitamin. Tapi tetap saja anak anak, apalagi yang masih kelas 1 SD, masih moody habis, kita sebagai orang tua harus pintar pintar mencari akal agar kebutuhan nutrisi anak selama seharian beraktivitas tercukupi," terang Anjani.

Baca: Alit Jabang Bayi Jatuhkan Motor Pilihannya ke Royal Enfield Karena Nyaman Untuk Harian

Baca: Desa Ini Sangat Indah dan Damai, Bertahan Tanpa Jalan Raya dan Kendaraan Bermotor

Lain halnya Lia Syahita, sesekali memberi kesempatan anaknya untuk jajan di sekolah justru mengedukasi anak tentang bersosialisasi. Bagaimana si anak belajar berbicara dengan orang lain dan memupuk rasa percaya diri si anak.

"Anak kan pasti bilang beli ini, terus bayar dan minta uang kembalian, menurutku itu belajar berinteraksi paling nyata dan efektif anak anak kelas satu SD. Untuk bekal, ada kalanya kita beli juga lebih baik," kata Lia.

Lanjut Lia, ia memberikan bekal makanan untuk si anak ketika dirasa perlu saja. Misalnya saat anak ada tambahan les di sekolah atau ada kegiatan di luar sekolah. Pertimbangan Lia adalah untuk mendidik anak mandiri sejak dini dengan memberi kepercayaan pada anak untuk menentukan makanan yang ia sukai.

 Jangan Manjakan Anak Dengan Makanan Kesukaan

Menurut Andhiko, pria dua anak yang juga berprofesi sebagai seorang dokter ini, mengatakan, anak boleh diberikan makanan kesukaan mereka namun juga harus dengan pertimbangan apakah makanan tersebut benar- benar mencukupi kebutuhan nutrisi si anak.

Ketika anak dibekali setiap hari dengan makanan yang disukai saja, dikhawatirkan anak bisa manja dan kemungkinan bisa mudah menolak makanan yang jarang di makan hanya karena lidah anak tidak pernah mencecap rasa makanan lainnya.

Baca: Mengenal Rizki Rahma Nurwahyuni, Dalang Perempuan Asal Kota Projotamansari

"Anak ketika suka dengan makan manis, perlu sesekali dikenalkan dengan rasa asam, asin bahkan pahit. Semua rasa idealnya anak kenal sejak dini agar terbiasa. Ini penting untuk perkembangan rasa si anak," kata Andhiko.

Lanjutan Andhiko, membekali anak dengan makanan untuk dimakan di sekolah memang di satu sisi ada positifnya. Apalagi di sekolah tidak ada fasilitas katering atau makan siang untuk siswa. Bekal makanan tentu diharapkan bisa mencukupi kebutuhan makanan anak selama di sekolah.

"Bekal makanan untuk anak bagus diberikan ketika anak memang harus menjaga makanannya terutama ketika anak dalam kondisi memulihkan kesehatan sehabis sakit atau dalam kondisi kurang enak badan," kata Andhiko. (tribunjogja)

Penulis: yud
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved