Aktivitas Merapi

Aktivitas Gunung Merapi Alami Fluktuasi hingga Selasa 12 Februari 2019

Aktivitas Gunung Merapi dilaporkan masih fluktuatif hingga Selasa (12/2/2019) petang ini.

Aktivitas Gunung Merapi Alami Fluktuasi hingga Selasa 12 Februari 2019
Twitter BPPTKG
Penampakan Gunung Merapi pada Selasa (12/2/2019) pukul 18.28 via PGM Kaliurang. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas Gunung Merapi dilaporkan masih fluktuatif hingga Selasa (12/2/2019) petang ini.

Sempat terjadi 17 kali guguran pada periode 00.00-06.00 dengan durasi 10-60 detik namun pada periode pukul 06.00-12.00 jumlah guguran menurun menjadi 10 kali dengan durasi 11-44 detik.

Data rilis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta yang dikutip Tribunjogja.com, kurun waktu 12 hari selama bulan Februari aktifitas Merapi mengalami fluktuasi.

Sempat terjadi 30 kali guguran tanggal 5 Februari, terjadi peningkatan signifikan sampai lebih dari 130 guguran tanggal 7 Februari.

Guguran kembali menurun 9 Februari menjadi 30 kali lalu naik 50 kali pada 11 Februari.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

Tanggal tersebut, juga terjadi enam kali guguran lava arah dominan ke tenggara (Kali Gendol) dengan jarak luncur 200-700 meter.

Kemudian awan panas guguran teramati satu kali juga ke arah tenggara dengan jarak luncur 400 meter.

Atas kondisi ini, status Merapi masih waspada.

BPPTG pun merekomendasikan agar masyarakat tetap tenang dan beraktifitas seperti biasa sambil mengikuti infoaktifitas Merapi.

Baca: 5 Titik Foto Berlatar Belakang Gunung Merapi Yogyakarta

Radius 3 km dari puncak Merapi agar dikosongkan dari aktifitas penduduk serta perlu waspada bahaya lahar saat terjadi hujan di seputar Merapi.

Salah satu petugas pengamatan Gunung Merapi Pos Kaliurang, Pakem, Sleman, Lasiman Pecut mengatakan, aktifitas Merapi masih terbilang wajar meskipun beberapa hari terakhir terjadi beberapa kali guguran.

Pantauan dari pos, guguran juga masih berada di jarak kurang dari 3 kilometer.

“Kemarin sempat sampai 2 kilometer. Tapi itu masih wajar karena belum sampai 3 kilometer. Secara keseluruhan aktifitas juga masih fluktuatif. Tetapi memang belum membahayakan. Petugas akan melakukan update ketika ada perkembangan soal aktifitas mereka. Status masih waspada sampai sejauh ini,” kata Lasiman. (*)

Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved