Yogyakarta

Tak Persoalkan Bebani Anggaran Daerah, Gubernur DIY Minta PPPK Bisa Jadi PNS

Meski nantinya honorer K2 diangkat menjadi PPPK, namun ada peluang untuk bisa diangkat menjadi PNS.

Tak Persoalkan Bebani Anggaran Daerah, Gubernur DIY Minta PPPK Bisa Jadi PNS
Ist
PPPK 2019 

Selain itu, hanya ada dua penyuluh yang diusulkan untuk mengikuti tes menjadi PPPK tersebut.

Baca: Honorer K2 di Yogyakarta Diusulkan Ikuti Tes PPPK

“Ada surat dari BKN yang memang meminta untuk honorer K2 mengikuti tes seleksi PPPK. Kami kirim ke Jakarta dan kebanyakan K2 memang guru,” ujar Gatot di Kepatihan, Senin (11/2/2019).

Dia menjelaskan, untuk jumlah pegawai honorer K2 yang akan dikirimkan itu, untuk DIY ada 88 terdiri dari 86 guru dan dua penyuluh.

Paling banyak usulan berasal dari Kabupaten Bantul (331 honorer), Sleman (295), Kota Yogyakarta (105), Kulonprogo (100), dan Gunungkidul (96).

“Ini honorer K2 yang SK Gubernur ya. Syaratnya umur di atas 35 dan satu tahun menjelang pensiun serta K2. Padahal, di samping itu banyak honorer yang bukan K2,” urainya.

Dia menyebutkan, untuk tes tersebut nantinya semua materi berasal dari BKN pusat.

Hanya saja, pelaksanaannya nanti akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat.

Baca: Cara Mendaftar dan Alur Pendaftaran PPPK 2019 di sscasn.bkn.go.id dan ssp3k.bkn.go.id

Menurut Gatot, sebenarnya persoalan honorer K2 terutama guru-guru bisa diselesaikan dengan pengangkatan menjadi calon pegawai negeri sipil (cpns).

“Kalau saya sih kepinginnya diangkat PNS dan jadi selesai persoalan K2. Apalagi, PPPK  khan menjadi beban daerah dengan mbayari melalui APBD.  Tetapi, itu khan pemikiran kami (Provinsi DIY) nah daerah lain seperti Bantul sanggup tidak,” jelasnya.

Permasalahan kemampuan daerah untuk membayar, kata dia, menjadi keluhan yang sama.

Sementara, kalau masalah pelaksanaan masih bisa direvisi. Menurutnya, usulan tersebut masih akan dirapatkan dengan masing-masing Sekda di kabupaten.

Rapat tersebut akan digelar, Senin (11/2/2019) malam.

“Nanti malam kami akan rapat dan proses kami ikuti dulu, diiyain dulu,” urainya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved