Yogyakarta

Si Raja Hutatoruan se-DIY Rayakan Pesta Bona Taon 2019

Perkumpulan Si Raja Hutatoruan se-DIY menyelenggarakan Pesta Bona Taon dalam memperingati 20 tahun berdirinya perkumpulan tersebut.

Si Raja Hutatoruan se-DIY Rayakan Pesta Bona Taon 2019
Dok. Perkumpulan Si Raja Hutatoruan se-DIY
Perkumpulan Si Raja Hutatoruan se-DIY menyelenggarakan Pesta Bona Taon dalam memperingati 20 tahun berdirinya, Minggu (10/2) di Ndoro Ajoe Restoran. 

TRIBUNJOGJA.COM - Perkumpulan Si Raja Hutatoruan se-DIY menyelenggarakan Pesta Bona Taon dalam memperingati 20 tahun berdirinya perkumpulan tersebut, Minggu (10/2/2019) di Ndoro Ajoe Restoran.

Pesta Bona Taon yang Mengambil tema 'Saling Membangun' dan sub tema 'Spiritualitas Iman dalam Kristus adalah Landasan Utama Membangun Asa Menuju Kebersamaan Sejati' tersebut, diikuti oleh Boru Bere dan Ibabere Si Raja Hutapea dan Si Raja Lumban Tobing.

Penasehat Si Raja Hutatoruan se-DIY, R.L. Tobing mengatakan, selama kurun waktu dua dekade perjalanannya ini, Si Raja Hutatoruan yang semula hanya berupa wadah bagi mereka yang bermarga Tobing, kini telah berkembang menjadi perkumpulan yang mewadahi dua marga dari keturunan Raja Hutatoruan dengan masuknya Hutapea.

"Perjalanan 20 puluh tahun ini kami maknai dengan tetap mengedepankan persaudaraan dan semangat saling mengasihi," kata dia yang sekaligus sebagai pendiri Si Raja Hutatoruan di wilayah DIY.

Baca: Caleg Bernama Unik, Bobot Maksimum Punya Adik Bernama ‘Lulus Ujian Dari’ dan ‘Bibit Milenium’

Ketua Si Raja Hutatoruan DIY, John Tobing mengutarakan, perkumpulan yang terdiri dari beragam latarbelakang profesi ini juga berusaha untuk mengutamakan persatuan, persaudaraan, dan perhatian antar sesama anggota.

Ia menyebut, perjalanan dua puluh tahun bagi suatu komunitas tentu dilewati dengan berbagai macam tantangan dan juga perjuangan yang panjang.

Dengan demikian, Ia berharap dengan bertambahnya usia, perkumpulan Si Raja Hutatoruan se-DIY dapat menjadi kumpulan Si Raja Hutapea dan Si Raja Lumban Tobing yang solid kedepannya.

"Dorongan-dorongan untuk senantiasa kompak dan saling mendoakan itu menjadi salah satu tolak ukur kami agar ikatan dan tanggungjawab perkumpulan itu ada dan tetap terjaga," tutupnya. (tribunjogja)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved