Yogyakarta

Produksi Perikanan Lokal Baru Mampu Penuhi 60 Persen Kebutuhan di DIY, Sisanya dari Luar Daerah

Produksi Perikanan Lokal Baru Mampu Penuhi 60 Persen Kebutuhan di DIY, Sisanya dari Luar Daerah

Produksi Perikanan Lokal Baru Mampu Penuhi 60 Persen Kebutuhan di DIY, Sisanya dari Luar Daerah
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Dinas Kelautan dan perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Aslam Ridho menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada calon penerima bantuan hibah perikanan budidaya tahun 2019 di Sumberagung, Jetis, Bantul, Senin (11/2/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Kebutuhan ikan untuk konsumsi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta terbilang sangat tinggi. Setiap tahun jumlahnya mencapai ratusan ribu ton.

Sementara daya produksi dari budidaya perikanan di masyarakat hanya cukup memenuhi 60 persen. Alhasil, Yogyakarta harus mengandalkan pasokan ikan dari luar daerah.

"Produksi ikan di DIY dari hasil budidaya di masyarakat baru memenuhi 60 persen dari kebutuhan konsumsi masyarakat. 40 persen lainnya [pasokan] dari luar daerah," tutur Kepala Seksi Pengembangan Usaha Budidaya Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan DIY, Non Prihatin Budiarti, ditemui pada kegiatan Bimtek hibah bantuan perikanan budidaya di Jetis, Bantul, Senin (11/2/2019)

Menurut dia, kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Yogyakarta berkisar antara 150.000 ton setiap tahun. Tahun 2018 lalu budidaya perikanan di masyarakat hanya dapat memenuhi kebutuhan ikan sebanyak 91.000 ton.

"Tahun ini kita targetkan 95 ribu ton pertahun," ungkap dia.

Baca: Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Gelar Bimtek Kepada Calon Penerima Bantuan Perikanan di Bantul

Dari data tersebut, pihaknya menilai usaha dan pangsa pasar budidaya perikanan di Yogyakarta masih sangat potensial dan menjanjikan. Terutama untuk kebutuhan warung tenda biru di pinggiran jalan dan sejumlah acara wedding organizer.

Selama ini, pasokan ikan sebagai kebutuhan konsumsi di Yogyakarta, menurut Non Prihatin biasanya didatangkan dari wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. "Seperti ikan lele dari Boyolali dan Gurame dari Tulungagung," jelas dia.

Sebagai upaya untuk terus menggenjot produktivitas ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan DI Yogyakarta tahun ini memberikan bantuan hibah berupa benih, sarana dan prasarana kepada 123 kelompok perikanan di empat Kabupaten dan kota Yogyakarta. Total anggaran yang digelontorkan mencapai 2,4 milyar.

Bantuan yang diberikan berupa benih dan hibah barang. Masing-masing kelompok akan mendapatkan bantuan berbeda-beda. Total besaran yang diterima perkelompok berkisar antara 4 sampai 24 juta rupiah.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved