Bisnis

Heroe Sebut Naiknya Tarif Bagasi Pesawat dan SMU Pengaruhi Bisnis UMKM di Kota Yogyakarta

Terlebih bagi mereka yang menjalani bisnis kerajinan dan banyak memasarkan hasil kerajinan ke luar daerah bahkan ke mancanegara.

Heroe Sebut Naiknya Tarif Bagasi Pesawat dan SMU Pengaruhi Bisnis UMKM di Kota Yogyakarta
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat ditemui Tribunjogja.com, Kamis (29/11/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan naiknya biaya tarif bagasi pesawat maupun Surat Muatan Udara (SMU) membuat pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sedikit banyak terpengaruh.

Saat ditemui TribunJogja.com, kemarin (10/2/2019), Heroe menyebut banyak pelaku UMKM khususnya yang menjual barang melalui online terpengaruh.

Bahkan, kata Heroe, pelaku usaha mengalami penurunan permintaan.

"Saat saya meresmikan Jumputan beberapa waktu lalu, memang mereka ada yang mengeluhkan soal naiknya tarif ini, apalagi mereka yang berjualan lewat online," katanya.

Baca: Tak Terimbas Bagasi Pesawat Berbayar, Jumlah Penumpang di Terminal Giwangan Masih Stabil

Menurunnya permintaan tersebut tak pelak menjadikan omzet pelaku UMKM di Kota Yogyakarta juga mengalami penurunan.

Terlebih bagi mereka yang menjalani bisnis kerajinan dan banyak memasarkan hasil kerajinan ke luar daerah bahkan ke mancanegara.

"Banyak dari mereka kan mendistribusikan lewat udara, kirim barang ke luar daerah, bahkan luar pulau, tentu naiknya biaya itu jadi sedikit banyak akan diperhitungkan dan bisa memukul UMKM," lanjutnya.

Baca: Lion Air Diminta Membuat  Infografis Daftar Harga Bagasi Berbayar

Kendati demikian pihaknya belum mengetahui secara pasti UMKM yang terdampak langsung.

Bahkan hingga kini pihaknya belum menerima data dan catatan penurunan omzet yang didera pelaku usaha secara rinci.

Ia berharap, para pelaku UMKM dapat kreatif dan berupaya semaksimal mungkin agar pelaku usaha kecil ini tetap bisa berkembang ditengah gempuran tingginya biaya distribusi ini.

"Saat ini UMKM padahal tengah berkembang, banyak pemasaran dilakukan secara online, tentu banyak yang terkendala naiknya tarif ini, semoga ada solusi terbaik," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved