Sleman

FPPR Beri Sayur ke DPRD Sleman Agar Tetap Ingat dengan Pasar Tradisional

Pemberian sayur ini sebagai simbolis agar DPRD Sleman tetap ingat dengan pasar tradisional.

FPPR Beri Sayur ke DPRD Sleman Agar Tetap Ingat dengan Pasar Tradisional
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
FPPR menyerahkan sayur kepada anggota dewan sebagai simbol agar pemerintah tidak lupa dengan pasar tradisional, Senin (11/2/2019). 

Ada yang membuka kembali outlet atau toko yang dulunya tidak berizin atau menyalahi aturan.

"Kami minta agar ada pengawasan karena perda belum disahkan tetapi sudah banyak toko yang berdiri. nah kita minta pegawasan dari pada FPPR dan masyarakat menutup sendiri toko-toko itu," ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya menemukan tujuh toko swalayan yang dulunya ditutup namun saat ini kembali beroperasi.

Lokasinya di Jalan Kaliurang.

Baca: Grebeg Pasar 2018, Bukti Pasar Tradisional Tetap Eksis di Era Milenial

Ia menyebut, dengan membukanya toko modern saat belum resmi diundangkan adalah hal yang menyalahi aturan.

Dia juga meminta agar pemerintah dapat membedakan toko swalayan yang berizin dengan yang tidak.

Caranya dengan ditempel label.

Dan ketika itu tidak berizin, maka ia meminta ada penindakan dari Kabupaten Sleman, dalam hal ini yang menangani adalah Satpol PP.

Menanggapi hal tersebut, Inoki Azmi Purnomo wakil ketua DPRD Sleman mengatakan pihaknya akan melakukan pendataan terkait toko tak berizin itu.

"Nanti komisi A akan mengundang Disperindag untuk melakukan pendataan soal toko tidak berizin yang dulu ditutup dan kemudian sekarang buka nanti kita kroscek di lapangan" ujarnya.

Adapun Perda Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan sebelumnya telah diserahkan ke tingkat provinsi untuk dilakukan evaluasi sebelum resmi diundangkan.

Halaman
123
Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved