Sleman

FPPR Beri Sayur ke DPRD Sleman Agar Tetap Ingat dengan Pasar Tradisional

Pemberian sayur ini sebagai simbolis agar DPRD Sleman tetap ingat dengan pasar tradisional.

FPPR Beri Sayur ke DPRD Sleman Agar Tetap Ingat dengan Pasar Tradisional
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
FPPR menyerahkan sayur kepada anggota dewan sebagai simbol agar pemerintah tidak lupa dengan pasar tradisional, Senin (11/2/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Forum Peduli Pasar Rakyat (FPPR) Sleman kembali mendatangi DPRD Sleman, Senin (11/2/2019).

Dalam audiensi tersebut, sikap mereka tetap sama yakni menolak Raperda Perijinan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan yang disahkan DPRD pada akhir tahun 2018 lalu.

Dalam kesempatan itu, perwakilan dari FPPR juga menyerahkan sayur bayam dan kenikir kepada anggota dewan.

Agus Subagyo, Koordinator FPPR mengatakan pemberian sayur ini sebagai simbolis agar DPRD Sleman tetap ingat dengan pasar tradisional.

"Bakul-bakul itu berangkat modal Rp 60 ribu pulang dapat Rp 70 ribu. Kan kasian kalau pedagang ini tertutup mata pencaharianya karena persaingan yang tidak nalar ini," ujarnya.

Sebelumnya berbagai elemen FPPR mengadu ke Gubernur DIY pada tanggal 29 Januari 2019.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

Hasil pertemuan tersebut untuk sebagai bahan rekomendasi pemerintah provinsi melalui sekda, agar pemerintah Sleman melakukan perbaikan pada pasal-pasal krusial dalam raperda yang dinilai masih merugikan pedagang pasar.

Sampai saat ini FPPR belum melihat adanya kejelasan tentang diindahkanya rekomendasi tersebut.

Selain tetap mengambil sikap menolak terhadap raperda, berbagai elemen FPPR menyayangkan kondisi yang terjadi akhir-akhir ini di tengah proses penyusunan Raperda yang belum genap menjadi Perda.

Kondisi tersebut adalah pergerakan begitu cepat ekspansi toko waralaba merespon peraturan yang ada di kabupaten Sleman tersebut.

Halaman
123
Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved