Sleman

Disperindag Sleman Sebut Ekspor Mebel Asal Sleman Masih Prospektif

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani menyatakan pasar ekspor mebel asal Sleman masih sangat prospektif.

Disperindag Sleman Sebut Ekspor Mebel Asal Sleman Masih Prospektif
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Produk mebel asal Sleman dalam gelaran Sleman Innovative Furnicraft & Fashion Expo (SIFFEX) 2019 di Sleman City Hall. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani menyatakan pasar ekspor mebel asal Sleman masih sangat prospektif.

Menurutnya, potensi tersebut terbukti dari tingginya tingkat produksi furnitur alias mebel asal Sleman.

"Produk asal Sleman juga menguasai pasar hingga 40 sampai 45 persen, termasuk tertinggi di DIY," ungkap Endah saat dihubungi hari Senin (11/02/2019).

Baca: Jadi Komoditas Ikonik, Bambu Asal Sleman Sudah Tembus Pasar Korea Selatan

Pernyataan tersebut serupa dengan yang disampaikan Ketua HIMKI Sleman Raya Rian Hermawan beberapa waktu lalu.

Ia menyebut bahwa mebel asal Sleman mampu menguasai hingga 50 persen jika digabung dengan produk kerajinan.

Baik Endah dan Rian menyebut Jepara, Jawa Tengah dan Sidoarjo, Jawa Timur sebagai pesaing terberat produk mebel asal Sleman.

"Proses perijinannya pun hingga saat ini masih lewat daerah lain, namun pertumbuhan pasar mebel asal Sleman tetap konsisten," terang Endah.

Endah memastikan bahwa Disperindag bersama Pemkab Sleman terus mendorong agar produksi mebel tetap tumbuh dan berkembang.

Baca: JIFFINA 2019 Dongkrak Industri Mebel dan Kerajinan Lokal

Selain mebel kayu, Disperindag juga berupaya agar produk bambu Sleman juga semakin berkembang, terutama dari sisi kreasi dan inovasi.

Apalagi, menurut Endah, Sleman sudah dikenal sebagai Pusat Studi Bambu.

Bambu juga menjadi komoditas ikonik asal Sleman selain animasi dan film menurut BEKRAF RI.

"Dukungan tersebut salah satunya ditunjukkan dengan didirikannya sentra bambu di sejumlah wilayah di Sleman," kata Endah.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved