Gunungkidul

BPBD Gunungkidul Targetkan 7 Destana Terbentuk pada Tahun 2019

Saat ini di Gunungkidul sendiri telah terbentuk sebanyak 47 destana, dan pada tahun ini akan ditambah lagi tujuh destana.

BPBD Gunungkidul Targetkan 7 Destana Terbentuk pada Tahun 2019
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Untuk meningkatkan upaya mitigasi bencana kepada masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menargetkan selesaikan tujuh pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) pada tahun 2019.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki menuturkan akan terus memperluas destana di Gunungkidul.

Saat ini di Gunungkidul sendiri telah terbentuk sebanyak 47 destana, dan pada tahun ini akan ditambah lagi tujuh destana.

"Ketujuh destana tersebut diantaranya desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Desa Bejiharjo , Kecamatan Karangmojo, Karangawen di Kecamatan Rongkop, Jepitu dan Songbanyu di Girisubo, Serut di Gedangsari," katanya pada Tribunjogja.com, Senin (10/2/2019).

Menurutnya dalam pembentukan tujuh destana tersebut mengalami kendala berupa keterbatasan anggaran untuk mengatasi hal tersebut BPBD Gunungkidul bekerjasama dengan BPBD Provinsi DIY.

"Target dari provinsi pada tahun 2022 seluruh kawasan rawan bencana sudah menjadi destana," imbuhnya.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

Edy menambahkan destana sangat penting bagi mastyarakat yang berada di kawasan rawan bencana hal tersebut dikarenakan dapat menambah kesiapsiagaan masyarakat saat menghadapi bencana sehingga kerugian yang ditimbulkan saat bencana dapat ditekan.

"Jadi kami akan terus berupaya meningkatkan jarigan destana selain itu kami menghimbau kepada kepala desa untuk menganggarkan dana bencana melalui APBDes," ujarnya.

Menurutnya hingga saat ini belum semua desa menganggarkan dana bencana pada APBDes.

Baca: 3 Destana Baru di Kulon Progo Segera Dibentuk Tahun Ini

"Kalau di 47 desatana sudah menganggarkan sedangkan desa lainnya belum sebetulnya tak perlu banyak untuk anggaran dana bencana karena bekisar pada angka Rp 2-3 juta," ucapnya.

Terpisah, Kepala Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Tugiman menuturkan di desanya telah mengaggarkan dana bencana, untuk alokasi pada tahun 2018 mencapai Rp 12 juta.

"Dana ini untuk berjaga-jaga, karena di desa Tegalrejo masuk kedalam kawasan rawan tanah longsor. Mengingat kondisi geografis kami yang didominasi perbukitan," tutupnya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved