Soccer Style

Raymond Tauntu Tegaskan Loyalitas untuk PSIM Yogyakarta

Tawaran dari beberapa klub Liga 1 silih berganti menghampiri pesepak bola asal Makassar berusia 26 tahun tersebut.

Raymond Tauntu Tegaskan Loyalitas untuk PSIM Yogyakarta
Bolasport
Gelandang PSIM Yogyakarta, Raymond Tauntu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tampil di kompetisi kasta tertinggi barangkali menjadi impian bagi semua pesepak bola tak terkecuali gelandang bertahan PSIM Yogyakarta, Raymond Ivantonius Tauntu.

Tawaran dari beberapa klub Liga 1 silih berganti menghampiri pesepak bola asal Makassar berusia 26 tahun tersebut.

Keinginan mengembangkan kemampuan di kompetisi kasta tertinggi sempat membuatnya tergoda, sebelum akhirnya ia tegaskan loyalitasnya untuk Laskar Mataram.

Baca: Kondisi Telah Pulih, Raymond Tauntu Siap Tampil Bareng PSIM Lawan Mojokerto Putra

"Ada beberapa klub Liga 1 yang memberikan penawaran untuk bergabung melalui trial. Hanya kalau pemain yang lolos lewat trial biasanya malah sulit mendapat tempat di tim utama padahal saya ingin mendapat kesempatan lebih banyak bermain," kata Raymond Tauntu, Minggu (10/2/2019).

Bukan perkara gentar tuk bersaing, namun ia mengatakan ada tawaran yang sebenarnya bisa saja membuatnya hengkang dari PSIM Yogyakarta.

Melainkan target tinggi Laskar Mataram di kompetisi mendatang membuatnya berpaling menolak tawaran tersebut, ia tegaskan komitmennya berjuang mengantar PSIM promosi ke kasta tertinggi.

"Tentu ada tawaran yang membuat saya saya tertarik untuk bergabung. Saat saya menyampaikannya kepada manajemen PSIM, mereka kemudian menjelaskan kalau musim 2019 ini PSIM target promosi. Terutama bila target sponsor tercapai karena mereka menghendaki PSIM naik kasta," jelas Raymond.

Baca: Eks Penggawa PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman Ikuti Seleksi di Persiba Balikpapan

"Setelah mengetahui PSIM memiliki target tinggi, saya kian termotivasi untuk tetap bertahan di PSIM. Saya ingin turut mengantarkan PSIM promosi ke Liga 1. Saya pun batal menerima tawaran itu dan tetap memprioritaskan PSIM," imbuhnya.

Pemuda kelahiran 21 Maret 1993 itu menegaskan kalau PSIM tetap menjadi prioritas utamanya.

Selain sudah betah di Yogyakarta, atmosfer kekeluargaan yang begitu kentara di skuat Laskar Mataram, membuatnya sulit untuk berpaling.

"PSIM tetap prioritas saya. Ini yang membuat saya menolak tawaran dari klub Liga 1, apalagi dari klub Liga 2. Daripada bergabung dengan tim Liga 2, lebih baik saya tetap di PSIM. Saya memang ingin tetap bertahan karena sudah kadung cinta PSIM. Fanatisme suporter dalam memberi dukungan menjadi tantangan bagi saya untuk tampil maksimal di setiap pertandingan PSIM," kata Raymond.

"Apakah saya bakal dipertahankan? Yang jelas saya sudah berkomunikasi dengan manajemen terkait masa depan saya di PSIM. Dan, pelatih tentu tahu kemampuan saya," imbuhnya.

Baca: PSIM Yogyakarta Beri Isyarat Pertahankan Bona Simanjuntak

Kini Raymond tengah menanti pemanggilan dari manajemen untuk persiapan menghadapi kompetisi.

Berdasar informasi yang telah ia terima, rencananya pertengahan Februari 2019 ini pemain yang direkomendasikan akan mulai dikumpulkan.

"Saya berharap skuat PSIM bisa lebih baik dan kuat di musim ini. Persiapan tim juga lebih panjang. Dengan demikian, tim benar-benar siap menghadapi kompetisi," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved