Yogyakarta

Komunikasi Awal Soal Restorasi Pojok Beteng Timur Laut Dimulai

Restorasi ini, urainya, merupakan gagasan yang cukup baik karena bisa menyelamatkan tradisi dan warisan leluhur.

Komunikasi Awal Soal Restorasi Pojok Beteng Timur Laut Dimulai
Kolase Tribunjogja.com | BPCB DIY
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Di Yogyakarta meminta pemerintah membuka ruang komunikasi dua arah dengan masyarakat yang tinggal di pojok beteng timur laut. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY menyatakan sudah memulai upaya komunikasi dengan masyarakat yang tinggal di kawasan pojok beteng sisi timur laut.

Hal ini sebagai upaya dalam percepatan proyek restorasi pojok beteng sisi timur laut.

“Sudah ada upaya komunikasi tahap awal,” ujar Pelaksana Harian Unit Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Prioritas (TP5) DIY, Rani Sjamsinarsi, Minggu (10/2/2019).

Dia menjelaskan, upaya komunikasi ini dilaksanakan sebagai salah satu langkah awal untuk memulai restorasi di kawasan yang membujur dari Plengkung Wijilan hingga jalan Brigjend Katamso ini.

Pasalnya, di kawasan tersebut fasad bangunan pojok beteng sudah tak lagi terlihat.

Baca: Proyek Restorasi Pojok Beteng Kawasan Keraton Yogyakarta untuk Selamatkan Warisan Leluhur

Setelah ada komunikasi dan sosialiasi, tentu saja percepatan pembangunan bisa dilaksanakan.

Rani menyebutkan, pihaknya pun akan memantau percepatan pembangunan di kawasan tersebut.

Ketua DPRD Yoeke Indra Agung Laksana meminta ada ruang komunikasi pada masyarakat untuk proyek restorasi pojok timur sisi timur laut.

Restorasi ini, urainya, merupakan gagasan yang cukup baik karena bisa menyelamatkan tradisi dan warisan leluhur.

“Di kegiatan awal berupa identifikasi dan juga kajian ini, baiknya ada ruang komunikasi. Identifikasi persoalan sejak awal akan jauh lebih baik,” katanya.

Baca: Masyarakat Tak Tahu Menahu Soal Rencana Restorasi Pojok Beteng Timur Laut

Dari komunikasi dengan Sekda DIY, Pemprov DIY menjanjikan akan ditindaklanjuti seluruh masukan dan masyarakat tidak dirugikan. “Janji  ini saya pegang karena kadang-kadang muncul masalah di luar perencanaan. Untuk itu sosialisasi betul-betul diperlebar, tidak hanya sosialisasi tapi komunikasi dua arah, “ imbuhnya.

Dia menjelaskan, jika komunikasi masyarakat dan pemerintah baik, maka tidak ada persoalan berujung pada konflik.

Gagasan baik dari pemerintah dan juga masukan dari masyarakat ini pun siap untuk difasilitasi oleh DPRD setempat. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ais
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved