Gunungkidul

Disdikpora Gunungkidul Dorong Guru untuk Melakukan Penelitian

Penelitian yang dilakukan tersebut nantinya akan menjadi nilai pengembangan diri untuk kenaikan pangkat.

Disdikpora Gunungkidul Dorong Guru untuk Melakukan Penelitian
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul mendorong guru dan kepala sekolah untuk melakukan penelitian.

Penelitian yang dilakukan tersebut nantinya akan menjadi nilai pengembangan diri untuk kenaikan pangkat.

Kepala Dinas Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan pihaknya telah memberikan bimbingan teknis kepada guru dan kepala sekolah, bagaimana cara membuat sebuah penelitian.

"Untuk pengembangan diri guru atau kepala sekolah itu tidak hanya melakukan peneilitian tetapi juga diberikan pilihan-pilihan lainnya, seperti membuat buku, membuat karya tulis ilmiah, dan juga membuat artikel di media massa," katanya pada Tribunjogja.com, minggu (10/2/2019).

Bahron menuturkan, jika guru membuat buku akan dibagi lagi penilaiannya, yaitu buku tersebut digunakan pada tingkat sekolah, kabupaten atau provinsi.

"Tentu saja kalau buku tersebut dipakai pada tingkatan provinsi nilainya akan lebih," imbuhnya.

Ia mengatakan, guru atau kepala sekolah dengan pangkat 4D di Gunungkidul masih sangat sedikit.

Untuk itu, pihaknya selalu mendorong guru dan kepala sekolah untuk terus melakukan pengembangan diri.

"Di Gunungkidul guru yang mencapai golongan 4D sekarang kurang lebih ada lima, masih sangat sedikit. Para guru terbanyak melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam pengembangan dirinya," tuturnya.

Terpisah, Kepala sekolah SMP 3 Wonosari, Mulyadi membenarkan jika Disdikpora Gunungkidul sudah melakukan bimbingan teknis yang menyasar guru dan kepala sekolah.

Baca: Pemkab Gunungkidul Butuh Rp 59 Miliar untuk Bangun TPAS Baru

"Sudah ada tidak hanya melakukan bimtek saja tetapi pengawas juga melakukan pendampingan kepada guru atau kepala sekolah yang kesulitan dalam melakukan penelitian," tuturnya.

Ia mengakui, kendala guru-guru yang melakukan penelitian adalah kurangnya semangat dalam melakukan penelitian.

"Terutama pada guru-guru yang sepuh (tua), dan juga guru yang golongan 4A biasanya semangatnya kurang. Kalau masalah teknis bisa diatasi dengan berkonsultasi dengan para pengawas yang menjadi pendamping di tiap-tiap wilayah yang diampunya," pungkas Mulyadi.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved