Sleman

Pelaku Industri Furnitur Keluhkan Regulasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu

Pelaku Industri Furnitur Keluhkan Regulasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu Karena Dinilai Memberatkan.

Pelaku Industri Furnitur Keluhkan Regulasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu
TRIBUNJOGJA/YOSEF LEON PINSKER
Pengunjung mengamati sejumlah produk furnitur yang ditampilkan dalam Sleman Innovative Furnicraft & Fashion Expo (SIFFEX) 2019, Jumat (8/2) di Atrium Rama Sleman City Hall. Pameran yang digelar oleh DPD HIMKI Sleman Raya tersebut akan berlangsung hingga 14 Februari mendatang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pelaku industri furnitur yang tergabung dalam Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), mengeluhkan beragam aturan dari pemerintah yang dirasa menyulitkan bagi perkembangan industri furnitur tanah air.

Ketua Bidang Organisasi DPP HIMKI, Heru Prasetyo mengatakan, salah satu kendala pelaku industri furnitur selain modal, bahan baku, dan teknologi, adalah menyangkut regulasi pemerintah yang belum mendukung bagi para pelaku industri furnitur.

Menurut Heru, aturan berupa Sistem Verifikasi Legalitas Kayu atau SVLK dari Kementrian LHK menjadi kendala tersulit karena mahalnya biaya yang ditimbulkan.

"Makanya kita mendorong agar aturan itu ditinjau kembali, karena kita ini kan penjual semuanya dihasilkan dari perajin seharusnya sertifikasi dilakukan di hulu," ungkap dia, disela pembukaan Sleman Innovative Furnicraft & Fashion Expo (SIFFEX) 2019, Jumat (8/2/2019) di Sleman City Hall.

Baca: Sri Sultan Beri Pesan Khusus Soal Pembangunan Kawasan Baciro, Begini Penjelasan Presdir PT Patrajasa

Lanjut Heru, produk furnitur dalam negeri juga mesti diperkuat dengan mempertahankan ciri khas dan keunikannya karena produk-produk lain dari kompetitor luar negeri sudah mulai berkembang di pasar Indonesia.

Meskipun demikian, industri furnitur nasional kata dia di tahun lalu tumbuh cukup positif dengan membukukan pencapaian senilai 9 persen dengan nilai US$ 2 miliar.

Pada tahun ini, pihaknya meyakini sektor kerajinan dan mebel bisa tumbuh senilai 10 persen dengan total nilai diatas US$ 2,5 miliar.

Hal ini akan dicapai dengan menggelar sejumlah pameran-pameran berskala lokal, nasional, maupun internasional guna meningkatkan pasar industri furnitur di sepanjang 2019.(tribunjogja)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved