Pemilu 2019

Bawaslu Kota Yogyakarta Buka Perekrutan Pengawas TPS Pemilu 2019, Butuh 1372 Petugas

Bawaslu Kota Yogyakarta Buka Perekrutan Pengawas TPS Pemilu 2019, Butuh 1372 Petugas

Bawaslu Kota Yogyakarta Buka Perekrutan Pengawas TPS Pemilu 2019, Butuh 1372 Petugas
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Narasumber dari Bawaslu Kota Yogyakarta saat memberikan keterangan pers terkait dengan perekrutan pengawas TPS, Jumat (8/2/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Yogyakarta membuka pendaftaran pengawas TPS 2019 mulai 11-21 Februari mendatang.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Data dan Informasi Bawaslu Kota Yogyakarta, Muhammad Muslimin menjelaskan untuk mengawasi seluruh TPS yang ada di Kota Yogyakarta, pihaknya membutuhkan 1372 pengawas.

"Pendaftaran di Sekretariat Panwascam di masing-masing. Setiap TPS dibutuhkan 1 orang pengawas TPS sehingga dibutuhkan 1.373 orang," bebernya.

Terkait kebutuhan jumlah pengawas TPS tersebut, Muslimin mengatakan bahwa pihaknya masih mengacu pada data terakhir jumlah TPS yang ditetapkan KPU.

"Ini masih berkembang, karena KPU akan membuat TPS berdasarkan daftar pemilih khusus yang saat ini masih diproses di A5 Corner. Hasil A5 Corner apakah akan ada tambahan TPS berbasis A5, itu nanti setelah proses ini selesai," ungkapnya.

Baca: Bawaslu DIY Siap Akreditasi Lembaga Pemantau Pemilu

Baca: KPU Gunungkidul Pastikan Ngadiyono Tetap Bisa Nyaleg Meski Divonis Dua Bulan Penjara

Muslimin mengatakan pengawas TPS memiliki beberapa tugas. Tugas tersebut pengawasan pada persiapan pemungutan suara, pelaksanaan pemungutan suara, persiapan penghitungan suara, pelaksanaan penghitungan suara, dan pergerakan hasil penghitungan suara dari TPS ke PPS.

"Masa kerja selama 1 bulan mulai 25 Maret sampai 24 April. Tugas pokoknya mulai H-1, hari H, dan H+1. Tapi dari rentang waktu yang ada, pengawas TPS dapat diberika tugas dari Panwaslucam," ujarnya.

Adapun syarat untuk mendaftar sebagai pengawas TPS yakni WNI, berusia minimal 25 tahun, setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945.

"Mempunyai integritas, berkepribadian yang kuat, jujur, dan adil. Memiliki kemampuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu, beroendidikan paling rendanmh SMA atau sederajat," ucapnya.(tribunjogja)

Penulis: kur
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved