MotoGP 2019

Project Leader HRC : Kepuasan Terbesar Kami Adalah Kalahkan Tim Yamaha

Project Leader HRC : Kepuasan Terbesar Kami Adalah Kalahkan Tim Yamaha

Project Leader HRC : Kepuasan Terbesar Kami Adalah Kalahkan Tim Yamaha
Kolase motogp.com | Repsol Honda Team
Aksi Marc Marquez dan Valentino Rossi di tes pra musim MotoGP 2019 sirkuit MotoGP Sepang Malaysia, Rabu (6/2/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM - Di ajang MotoGP, persaingan antara Tim Honda dan Yamaha selalu berlangsung seru.

Kedua tim terus berusaha untuk menunjukan dominasi di ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut.

Menanggapi persaingan tersebut, Project Leader HRC (Honda Racing Corporation), Takeo Yokoyama, mengungkapkan bahwa kepuasan terbesar Honda adalah mengalahkan Yamaha.

Honda dan Yamaha yang notabene sama-sama pabrikan Jepang memang bersaing sengit di MotoGP, terutama di kelas premier.

Bahkan, pabrikan Eropa seperti Ducati dan Aprilia, hingga saat ini belum bisa memutus dominasi pabrikan Jepang.

Namun dalam lima tahun terakhir, Honda memang lebih superior daripada tetangganya tersebut.

Pasalnya, pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mampu memenangkan empat gelar juara dunia MotoGP dalam lima tahun terakhir.

Baca: Ducati Berjaya di Hari Kedua Tes Pra-Musim MotoGP 2019 Sepang, Dovizioso Jadi yang Tercepat

Baca: Penampakan dari Dekat Helm Baru Valentino Rossi MotoGP 2019, Lihat Bedanya dengan 2018

Namun, Takeo mengungkapkan bahwa menjadi juara dunia konstruktor jauh lebih penting daripada juara dunia pebalap.

Terlebih sejak tahun 2016, Honda selalu mengungguli Yamaha di klasemen akhir konstruktor.

"Saya ingat bahwa Jorge Lorenzo menjadi juara dunia pada tahun 2012, tetapi Honda memenangkan gelar konstruktor. Itu sesuatu yang bagus," kata Takeo Yokoyama dikutip BolaSport.com dari Speedweek.

"Lagi pula, kami mempertahankan tradisi di HRC, mengalahkan Yamaha adalah kepuasan terbesar di atas semuanya," ujarnya.

Takoe juga menegaskan bahwa pabrikan juga memegang peranan penting di balik keberhasilan pebalap menjadi juara dunia.

"Penting untuk memenangkan gelar konstruktor. Karena ada wartawan yang mengatakan bahwa itu adalah pebalap yang menang, bukan motor," tutur Takoe lagi. (*)

Editor: has
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved